Membasmi PROCRASTINATION

April 3, 2009 by Max Sandy  
Filed under mind shop

Kalau Anda masih asing dengan istilah procrastination, mungkin lebih akrab dengan arti awamnya “kebiasaan suka menunda”. Menunda boleh dibilang virus mental yang umum menyerang siapapun, dimanapun dan kapanpun. Gejalanya sederhana : mengerjakan kelak apa yang mestinya bisa dikerjakan sekarang. Entah itu PR sekolah, tugas kuliah, laporan akhir tahun, atau apa saja. Dan kalau Anda merasa pernah terjebur dalam aksi menunda-nunda ini, jangan khawatir, karena Anda berbagi cerita yang sama dengan banyak orang di dunia ini.

Kalau cuma menunda hal-hal kecil bisa jadi dampaknya tidak akan kentara, tapi jika itu melibatkan sebuah aksi yang menentukan masa depan kita, baru berbahaya. Bayangkan seorang bapak yang menunda-nunda untuk mulai berolahraga dengan alasan ”badan saya masih OKE koq” dan mengulur tahun demi tahun tidak berolahraga. Dan akhirnya ketika jantungnya mulai bermasalah, barulah ia menyesali hobbynya yang suka menunda. Atau seorang leader yang menunda-nunda mengupgrade sistem perusahaannya, hingga akhirnya harus elus-elus dada ketika perusahaan lain mencaplok market sharenya. Ironis sekali kalau malapetaka akhirnya harus menimpa kita, padahal sesungguhnya bisa dicegah hanya dengan melakukan sesuatu ”tepat pada waktunya”.

Ketika untuk pertama kalinya website pribadi saya ini mulai diplot, rekan motivator dan sahabat kental saya Bp. Adrian Luis (www.adrianluis.com) yang kebetulan membantu saya banyak dalam mengkontruksi website ini menghubungi saya. Pesannya sederhana, ”webnya sudah ready, tinggal diisi sewaktu-waktu”. Saat itu juga saya sadar, betapa setiap saat kita akan berpapasan dengan momen dimana nyali kita akan diuji untuk ”just do it” sementara kita masih punya pilihan ”do it later”. Anda tentu sering mengalaminya juga bukan? Bisa saja anda dihadapkan pada tugas yang sewaktu-waktu bisa dikerjakan tanpa ada tuntutan waktu. Atau, anda harus berduel dengan proyek yang memiliki deadline yang tegas. Dua-duanya punya potensi untuk merangsang Anda buat menunda. Tapi tantangan sesungguhnya adalah untuk melakukan segera pekerjaan-pekerjaan yang tidak ada batas deadlinenya.

Dalam artikel mindshop kali ini, saya akan merujuk pada seorang Profesor Psikologi dari Kanada, Timothy A. Pychyl, Ph.D yang banyak mencurahkan perhatiannya pada dunia ”Tunda Menunda” ini. Beliau mengatakan dengan tegas bahwa hobby menunda bukanlah problem time management, tapi lebih kepada pengolahan mental dan motivasi kita. Kita patut berterima kasih karena dari sekian banyak penelitiannya, beliau menawarkan 3 prinsip ampuh untuk menetralisir prokrastinasi ini :

”JUST DO IT”

Jangan dilihat, jangan banyak dipikirkan, langsung mulai kerjakan saja. Orang yang terlalu banyak memikirkan pekerjaannya malah akan tenggelam dalam ilusi seolah dia sudah mulai mengerjakannya dengan hanya merenungkannya. Dan akhirnya tidak ada satupun yang dikerjakan. Sebaliknya, ketika kita memaksakan diri kita untuk memulai langkah pertama, maka persepsi kita akan tugas itu lambat laun akan berubah. Bahkan bisa terjadi-akhirnya kita malah menikmati melakukannya. Kelebihan lainnya adalah ketika sedikit saja ada kemajuan, hal itu akan memberikan bahan bakar yang membuat kita semakin termotivasi. Begitupun ketika saya mulai menggarap content website ini. Yang perlu saya lakukan hanyalah ”menyalakan laptop”. Dan selebihnya mengalir begitu saja walaupun awalnya terasa begitu berat.

”TELAN PAHITNYA”

Badmood biasanya menyerang, begitu kita memikirkan sebuah tugas berat. Dan secara alamiah manusia terlatih untuk mencari jalan untuk mencari hawa segar demi mengusir rasa tidak nyaman. Inilah yang justru menjadi modus operandi prokrastinasi. Betapa nikmatnya ketika kita kemudian menutup map pekerjaan kita dan mengalihkan perhatian kita ke hiburan mengasyikkan, ngobrol, nonton dvd, minum kopi dan sebagainya. Inilah yang disebut dalam istilah psikolgisnya ”giving in to good feeling”. Padahal yang terjadi, prokratinasi sesungguhnya menunda penderitaan untuk datang lebih besar di kemudian hari.

Tidak ada jalan lain, kita harus berani menelan pil pahitnya saat mengerjakan tugas kita. Timothy A. Pychyl bahkan menyebut prinsip ini dalam bahasa prokemnya ”SUCK IT ALL”. Telan pahitnya sekarang dan nikmati kesenangannya berkali-kali lipat kelak. Sungguh bijaksana nenek moyang kita menciptakan frase ”berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian”.

Hal yang sama saya alami. Untuk membuat bagian-bagian website ini, saya harus mengubur diri saya di depan laptop, menelan banyak pil pahit sekaligus mulai dari memilih gambar, memodifikasi, menjalankan photoshop, surfing internet, sambil juga mengetik artikel yang diperlukan. Saat mengerjakan itu semua, saya membayangkan kepuasan yang nantinya diperoleh. Dan, prinsip kedua ini terbukti mujarab.

”WASPADAI TIPUAN DIRI”

Bukan saja kita cenderung melarikan diri dari tugas berat dan mencari kenyamanan, otak kita juga terdidik untuk melakukan rasionalisasi agar kita terhindar dari rasa bersalah. Ini muncul dalam ungkapan seperti ”ah, saya kan bisa bekerja baik justru kalo udah mepet” , ”tunggu kalo energi saya sudah full, baru saya akan mulai kerjakan” atau ”khan masih ada banyak waktu besok”. Nah, waspadailah pikiran-pikiran seperti ini sebab itulah tanda-tanda virus prokrastinasi mulai bekerja. Dan kalau Anda sudah mulai merasakan pikiran-pikiran ini di rongga kepala Anda, segeralah ambil tindakan dan ”just do it”.

Itulah alasannya kenapa mengerjakan tugas yang tidak disertai deadline lebih menggoda prokrastinasi. Dengan gampang saya tinggal bilang pada diri sendiri ”mau tahun depan dikerjakan juga tidak ada ruginya, yang penting kan template webnya sudah tersedia”.

Nah, saya tambahkan satu lagi prinsip bagus dari ungkapan terkenal :

”BAKAR KAPALMU”

Prinsip ini terinspirasi dari seorang jenderal perang besar yang membakar kapal laut perangnya sendiri saat pasukannya sudah mendarat di pulau dan berkata ”Berhubung kapal kita sudah terbakar, maka kita tidak bisa kembali. Satu-satunya pilihan adalah memenangkan peperangan ini!”.

Maka, alih-alih kita hanya berjanji pada diri sendiri, ada baiknya kita sedikit melangkah ekstrim melakukan sesuatu yang membuat kita tidak punya pilihan selain menuntaskan proyek kita. Inipun saya alami ketika di awal-awal terbersit pikiran untuk membuat website pribadi. Tanpa ada kapal yang dibakar, mungkin website ini selamanya hanya ada di angan-angan saja. Karena itulah, saya memutuskan untuk menyulut kapalnya, segera memutuskan untuk membeli kavling blok webnya walaupun waktu itu sama sekali belum terpikir bagaimana mengisinya. Sama halnya dengan seorang sales leader yang membuat appointment meeting bawahannya untuk membicarakan strategi pemasaran baru, walaupun saat itu persiapan materi belum dibuat sama sekali. Ini akan memaksa dia untuk segera merampungkan materinya.

Semoga dengan jurus-jurus di atas, ketagihan kita untuk menunda-nunda tidak separah sebelumnya. Atau jangan-jangan Anda memutuskan untuk menunda mempraktekan jurus ini??

Pilihan di tangan Anda.

Comments

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!