Awas TEH & KOPI
April 27, 2009 by Max Sandy
Filed under Brainclips
Es teh adalah buronan yang paling sering saya buru kalau sedang makan atau ketika badan kesiram hawa panas. Rasa teh yang sepat-sepat dan wanginya yang harum selalu sukses bikin saya geregetan. Jadinya, hampir setiap hari minuman warna oranye kecoklatan ini jadi menu wajib di rumah. Semuanya berawal ketika saya masih kuliah di Jogja jaman baheula. Kala itu, saya selalu ngiler melihat kawan karib saya kalau dia sedang nyeruput es teh manis pahit. Begitu nikmatnya.
Tapi begitu saya ditawari kopi, lidah saya biasanya agak protes. Maklum, lambung saya cukup peka kalau kemasukkan kopi. Jadinya, dalam kamus saya, teh masih ada dalam urutan pertama paling digemari.
Berbeda dengan beberapa teman saya. Kopi malah jadi minuman favorit mereka. Sampai-sampai dimanapun mereka mangkal, pasti kopi jadi incaran. Memang, di Indonesia dua jenis minuman itu bisa dibilang sebagai the two most wanted liquid.
Namun, sebagai fans berat kopi dan teh, ada baiknya mulai sekarang kita ber-WASPADA. Karena dalam buku The Miracle of Enzyme tulisan pakar kesehatan dunia Dr. Hiromi Shinya, terbukti bahwa teh dan kopi bisa merusak fungsi pencernaan kita kalau tidak dikonsumsi dengan bijak. Hal ini disebabkan oleh zat tanin yang ada dalam kedua minuman itu, yang ketika berinteraksi dengan lambung, akan teroksidasi dan menstimulasi munculnya asam tanat yang bisa mengurangi keseimbangan lapisan protein di permukaan lambung. Hasilnya, sederet keluhan lambung bisa menghinggapi kita. Padahal, zat tanin inilah yang membuat rasa pahit-pahit nikmat dalam kopi dan teh.
Apa lantas kita mesti menghentikan minum teh dan kopi? Padahal kopi dan teh juga banyak manfaatnya dan terbukti secara medis dan psikologis bisa mengurangi stress dan menambah daya tahan tubuh. Karena itulah Dr. Hiromi menyarankan kita meminumnya dengan bijak. Tips paling gampang adalah jangan minum teh atau kopi dalam keadaan perut kosong. Kemudian, selingi juga dengan minum air putih yang banyak supaya efek samping kopi dan teh bisa dinetralisir, sambil tetap tubuh kita bisa meresap manfaat nutrisinya. Nah, dengan begitu barulah kita bisa disebut peminum teh dan kopi sejati.
Tidak ada salahnya disimak, bukan?


Saya begitu membaca artikel ini sangat gembira pak,ternyata bapak diam2 juga pemerhati kesehatan ya..
Selain harus mengisi perut dulu,juga harus diperhatikan bila masih pemula sebagai peminum teh atau kopi, selalu mulai dari takaran dan konsentrasi paling rendah dulu, sebaliknya juga kalau mau mengurangi tingkat ketagihannya juga harus secara bertahap…
Selamat menjadi pecinta kopi dan teh, karena saya salah satunya…