Terminator : Terminate Dark Destiny

June 14, 2009 by Max Sandy  
Filed under movie splash

Kata “Terminator” sudah lengket di telinga para penggila film, khususnya mereka yang menggandrungi film-film scifi. Siapa sih yang tidak mengenal sosok sang robot pemusnah yang begitu bekennya – dilakoni aktor berotot montok Arnold Swarchzeneger. Sejak pertama kali bergentayangan di seantero bioskop dunia tahun 1984, Terminator seri pertamanya membuat banyak orang tergila-gila dengan ide film yang berkisah tentang robot android pembunuh yang dikirim dari masa depan ini. Sejak itu, franchise terminator berjangkit kemana-mana, mulai dari buku komik, games, stiker, poster, sampai film-film lainnya dengan bertema kembar.

Sukses film Terminator pertama lantas berbuntut film lanjutannya, terminator dua, terminator tiga, sampai akhirnya berujung di tahun 2009 ini dengan munculnya film Terminator IV : Salvation. Otomatis gedung-gedung bioskop kembali sesak dipenuhi fans Terminator.

Kali ini, Terminator Salvation mengambil setting masa depan di tahun 2019 pasca bombardir nuklir akibat ulah jaringan kecerdasan artifisial Skynet yang ingin menguasai dunia dengan peradaban mesin-mesin robotnya. Manusia-manusia yang tersisa akhirnya secara sporadis melakukan perlawanan dibawah satu komando. Salah satu panglima pemberontak yang paling disegani saat itu adalah John Connor, yang memang selalu menjadi titik tumpu cerita seri-seri Terminator sebelumnya.

Dalam film ini, John Connor dipertemukan dengan tokoh Marcus Wright, yang ternyata adalah sosok robot prototip android pertama yang menggabungkan tubuh manusia dengan kerangka endoskeleton robot. Bedanya dengan Terminator versi “Arnold”, Marcus adalah robot yang masih mengandalkan otak dan jantung asli manusia, sehingga emosi dan hati nuraninya bisa membypass program chip yang terpasang.

Di awal film, sedikit diceritakan asal muasal Marcus Wright dijadikan robot. Awalnya, Marcus ternyata adalah seorang napi pidana mati karena telah melakukan pembunuhan kejam. Sebelum disuntik mati, ia didatangi ilmuwan dari Skynet yang menawarkan kesempatan pada Marcus untuk bisa bangkit dari mati asalkan bersedia dibedah habis-habisan sebagai bahan eksperimen mereka.

It’s all about Marcus

Penonton memang disuguhkan cerita heboh dengan seabrek adegan baku tembak canggih yang melibatkan robot, mesin dan manusia. John Connorpun berhasil memukau decak kagum penontot berkat aksi jagoannya hingga detik akhir film. Namun, tanpa sadar, kisah Terminator Salvation sesungguhnya membawa pesan moral yang diemban oleh tokoh Marcus Wright. Sebagai seorang mantan kriminal kejam yang tidak kalah jago, Marcus bisa saja melanjutkan tabiat dan dahaganya untuk jadi preman tak terkalahkan. Apalagi setelah tubuhnya menjelma jadi setengah robot, bakalan mudah saja untuk meremukkan siapapun yang menghalangi dia.

Tapi, bukan itu pilihannya.

Justru Marcus berniat membuat hidupnya berbeda, dengan mendukung perjuangan manusia, bahkan rela mati demi membuktikan dirinya adalah manusia berhati manusia, bukannya robot berhati prosesor canggih. Dalam satu kesempatan ia pernah menanyakan makna hidupnya lewat satu kalimat sederhana “Do I deserve a second chance?”

Kisah film ini berakhir dengan adegan operasi tranplantasi jantung, saat ia dengan rela memberikan jantungnya kepada John Connor yang berada dalam kondisi kritis karena jantungnya tertembak.

SECOND CHANCE

Seburuk apapun masa lalu hidup kita, kesempatan selalu diberikan Tuhan agar kita mau membuat coretan baru dalam lembaran hidup kita. Kita memiliki hak dan kekuatan untuk memilih skenario hidup kita sendiri. Kitalah yang akan membuktikan “takdir” hidup apa yang sesungguhnya kita jalani.

Anda yang menutuskan kebiasan “ngomongin orang”, berarti anda membuktikan takdir anda sebagai orang yang sukses membunuh habit gosip.

Anda yang dulunya galak dengan anak-anak anda  dan memutuskan suatu hari mulai merangkul mesra mereka itu artinya anda membuktikan takdir Anda sebagai orangtua yang bangkit cemerlang.

Jangan malah Anda cuma bersembunyi di balik kata-kata takdir dan hanya bisa mencari-cari alasan “Khan takdir saya jadi pembunuh, maka saya akan tetap membunuh. Khan saya tidak bisa melarikan diri dari takdir”.

Buktikan TAKDIR anda.

Satu contoh sederhana orang yang membuktikan takdirnya adalah Oprah Winfrey, sang wanita legendaris di belantara media yang dicap sebagai salah satu wanita yang paling berpengaruh di dunia. Di balik kemegahan dan kharismanya yang luar biasa, Oprah ternyata memiliki masa remaja yang kelam. Kemiskinan, kekurangan pendidikan, sampai pelecehan seksual pernah mengabuti masa lalunya.

Tapi apakah Oprah berkata “Itu takdir saya, maka saya akan melanjutkan tinta merah hidup saya menjadi wanita bodoh yang putus asa!” ???

Tidak, Oprah membuktikan bahwa takdirnya bukan itu. Ia bergerak keluar dari lingkaran setan keputusasaannya, dan lambat laun menumbuhkan cahaya pribadinya. Jutaan orang kini sudah ditolong dan diselamatkan olehnya lewat berbagai event media dan karya amalnya. Dunia tidak akan mencatat sejarah “Oprah, remaja putus asa yang tumbuh menjadi pelacur dan pecandu narkoba”.

Jangan biarkan masa lalu anda menentukan masa depan anda. Jangan biarkan penderitaan anda menentukan masa depan anda dengan cara yang sama menyakitkan. Pilihan ada di tangan Anda.

FORGIVENESS

Kekuatan film terminator juga ada pada sosok John Connor. Awalnya ia sangat geram dengan kenyataan bahwa Marcus adalah robot, sehingga memicu dendam kesumatnya. Di pikirannya cuma ada satu niat “Hancurkan Terminator, Musnahkan robot penyusup!”

Namun, di satu titik akhirnya ia menyadari ketulusan marcus untuk menolong dirinya dan akhirnya malah bahu membahu dengan kompak mengobrak-abrik markas Skynet.

Sungguh tidak mudah untuk bisa memaafkan orang lain. Sungguh sulit memberi kesempatan orang lain membuktikan takdirnya yang cemerlang, di kala kita tahu orang itu seumur hidupnya “brengsek”. Bagaimana mungkin memaafkan anak kita yang sudah terlanjur bilang “Papa itu orang tua bejat”. Bagaimana mungkin memaafkan anak buah yang sudah bikin rugi jutaan rupiah?

Ah, memang sulit kalau anda bukan orang yang memiliki cahaya ketulusan dalam pribadi anda. Dibutuhkan seorang pahlawan sejati untuk bisa memaafkan orang lain dan memberi kesempatan baru. Dan dunia mencatat pahlawan-pahlawan seperti ini sungguh-sungguh hadir di sekitar kita, …….  dan anda mungkin salah satunya!

Satu ketika Presiden IBM kesohor Thomas Watson pernah memaafkan anak buahnya yang sudah merugikan IBM jutaan dolar, padahal si anak buah sudah yakin dirinya bakal dipecat tidak hormat. Kepada anak buahnya itu, ia berkata,“Sungguh keliru kalau kami memecat Anda sekarang. Karena baru saja kami memberikan kamu pelajaran seharga jutaan dolar.”

Bruce Baehr dalam sidang pidana pembunuhan Neneknya yang kejam di tahu 1979 memberikan pernyataan pengampunan kepada si pembunuh yang bernama Kenneth Hobbart. Dalam wawancaranya Bruce berkata “Pengampunan ini perlu supaya kami bisa menjalani sisa hidup kami dengan tenang lepas dari luka batin. Kami yakin nenek kami juga ingin kami hidup tidak di atas rasa benci. TUHAN telah memaafkan rasa benci kami, dan karenanya kami juga ingin memaafkannya”.

Bukankah luar biasa jika dalam sejarah hidup anda, paling tidak anda mencatat sekali saja momen dimana anda memaafkan orang yang sungguh anda benci karena kesalahan yang fatal, dan menyaksikan sendiri bagaimana lantas orang itu membuktikan takdirnya yang gemerlap?

John Connor dan Marcus Wright boleh jadi cuma tokoh rekaan, tapi pesan yang mereka sampaikan bukan cuma isapan jempol, bukan?

Comments

Comments

One Response to “Terminator : Terminate Dark Destiny”
  1. Iwan Wahyudi says:

    Benar-benar trainer sejati! semua film hollywood yang penuh aksi dan hiburan selalu bisa “diperas” oleh Pak Sandy untuk diintisarikan insight-insightnya! Tidak semua orang bisa melakukannya!

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!