The Legacy of Mbah Surip

“Tak gendong … kemana-mana”

Dari mulai warteg-warteg langganan supir bajaj sampai mal-mal di kawasan elit tidak mau ketinggalan memasang ultra hitnya Bang Surip. Dari mulai anak-anak di kompleks kumuh sampai boss-boss berdasi di kantoran juga berlomba-lomba menyiulkan lagu heboh ini. Sampai akhirnya orang-orang shock mendengar berita kalau Mbah Surip sudah tiada. Sengatan beritanya sampai mengalahkan wanginya berita Michael Jackson.

Sungguh, Mbah Surip sudah menjelma jadi legenda hanya dalam tempo sekelibat. Saat kali pertama saya nonton video klip “Tak Gendong”, saya tidak menyangka kalau lagu ini adalah lagu super hitย  saking lagu ini terlalu apa adanya. Namun tokh akhirnya saya kesirep juga oleh keunikan lagu ini. Saat saya butuh hiburan instant atau dikala pingin menghibur orang lain dengan cepat mujarab, cukup dengan menyanyikan syair pertama “Tak gendong” saja dampaknya terbukti ampuh. Dan akhirnya, resmilah saya bergabung dengan jutaan orang lainnya yang mensyukuri kehadiran Mbah Surip di khasanah kekayaan budaya bangsa kita.

The Power of Simplicity

SuripMemang Mbah Surip akhirnya digendong juga kembali ke pangkuan Sang Ilahi. Tapi fenomenanya masih diributkan dan jadi bahan obrolan banyak kalangan. Kekuatan lagu “Tak Gendong” dan “Bangun Tidur” begitu dahsyatnya, sampai royalti miliaran rupiah mengalir lancar ke dalam topi gimbalnya Mbah Surip. Entah apapun misteri yang ada di balik kepergian Mbah Surip yang terkesan terlalu “mendadak”, saya bolak-balik merenungkan esensi di balik sukses yang telah diraih beliau. Dan selalu kesimpulan pribadi saya adalah : it’s the power of simplicity!

Di tengah himpitan intrik sosial politik yang memborbardir kehidupan masyarakat Indonesia – orang menjadi haus akan sesuatu yang sederhana, polos, dan apa adanya. Seolah kita sudah terlalu kenyang dengan segala topeng sosial, ke”jaim”an, dan kepura-puraan yang sudah jadi penyakit kronis dalam masyarakat kita. Aturan sekolah semakin aneh, tuntutan orangtua makin tidak masuk akal, SOP di perusahaan bertambah rumit, dan seterusnya. Kitapun bertambah mumet, dan mulai mencari-cari celah untuk sejenak bisa lari dari segala kerumitan hidup. Tapi bahkan untuk itu saja, kita dijegal lagi oleh keruwetan sarana hiburan yang ada. Mau main Playstation tidak ada duit, mau curhat di fesbuk tidak punya komputer, mau ke dufan tidak punya waktu. Orang semakin butuh hiburan yang instan, gampang diduplikasi dan murah meriah.

Di saat-saat kritis itulah, tiba-tiba Mbah Surip tampil di tengah-tengah kita. Ia menjadi jawaban buat semua kelelahan hidup kita. Dengan lagunya yang sederhana, lucu dan gampang diingat – Mbah Surip berhasil membawa kita sejenak menjadi “diri sendiri” lepas dari segala lapisan topeng jaim kita. Lagu “Tak Gendong” tidak berat dikantong – tidak juga berat di otak, namun efek menghiburnya benar-benar merasuk sampai tulang sumsum kita. Dan daya penetrasi lagu Mbah Surip tembus ke segala lapisan dan umur, sampai anak-anak umur 3 tahunan saja cuma perlu waktu 5 menit untuk menghapal lagu Tak Gendong. Betul-betul karya seni yang brilian!

Be a simple person like Mbah Surip

Lagu Tak Gendong bukan cuma ajaib di lirik dan nadanya. Lagu itu ajaib juga di penciptanya, karena Mbah Surip adalah sosok yang sama bersahajanya dengan semua lagu ciptaannya. Ia memilih tetap merangkul kesederhanaannya, walaupun kantongnya sudah setebal selebritis-selebritis lainnya. Alih-alih tampil mentereng di balik setir mobil bermerk, Mbah Surip lebih suka naik sepeda motor kemana-mana. Gaya bicaranya juga tidak secanggih para artis, apalagi politikus. Kostumnyapun bisa dibilang biasa-biasa saja untuk ukuran artis seheboh dia.

Tapi, justru karena itu semua, kita semakin bersimpati kepadanya. Ke-sahajaan-lah yang membuat Mbah Surip lekat di hati masyarakat Indonesia. Barangkali ia mewakili mimpi banyak orang yang mendambakan bisa tampil menjadi diri sendiri tapi sekaligus bisa dicintai. Bayangkan saja betapa lelahnya kita setiap hari harus menabung rupiah-demi rupiah untuk membeli Blackberry hanya agar bisa merebut hati orang. Betapa capeknya kita harus dandan modis dan bergaya ngobrol high class demi bisa diterima oleh lingkungan pergaulan kita.

Mungkin kita tidak keberatan dengan segala hal itu, tapi bisa jadi alam bawah sadar kita semakin letih dengan itu semua.

Kalau lagu Tak Gendong dan Mbah Surip berhasil memuaskan dahaga alam bawah sadar jutaan orang Indonesia dengan kesederhanaannya, maka kitapun bisa melakukan hal yang sama bukan? Lihatlah orang-orang di sekeliling Anda, mereka juga mungkin lelah secara mental dan mendambakan penerimaan tak bersyarat. Mereka juga menantikan sentuhan yang bersahaja dari Anda. Istri Anda mungkin membayangkan jalan-jalan bareng di Mal sambil pegangan tangan. Anak Anda ingin didongengi sebelum tidur. Anak buah Anda mau sekali-kali diajak ngopi bareng dan ngobrol santai dengan Anda. Sahabat-sahabat Anda ingin ditelpon sekedar “say hi”.

Apapun bentuk kesederhanaan yang Anda pilih untuk menyentuh hati orang lain, maka itu akan menjadi hal yang besar di mata mereka. Seperti Mbah Surip yang mencurahkan hatinya untuk tiap potongan nada yang diciptakannya, maka kitapun bisa memancarkan totalitas cinta kita di setiap tindakan sederhana yang kita lakukan buat orang lain. Sebagaimana pernah dikatakan oleh Mother Teresa, “Melakukan hal-hal besar jauh lebih mudah dibandingkan melakukan hal-hal kecil tapi dengan hati yang besar”.

Maka patutlah kita menganggukan kepala kita dan mengucapkan terima kasih untuk warisan besar yang ditinggalkan Mbah Surip buat kita semua : sederhana itu indah.

Sederhana, bukan?

Related posts

2 thoughts on “The Legacy of Mbah Surip

  1. Yuni

    benar sekali Pak Sandy…., kadang hanya untuk membuat orang lain terkesan…saya sering lupa dengan arti kesederhanaan…

  2. Jozef

    True banget pak Sandy. Contoh lagu jadul yang dulu ngetop dan sederhana, masih inget dengan: Madu dan Racun? Suzanna (Worldwide dan versi dangdut?), Anak Singkong? Koes Ploes? ๐Ÿ˜€

    Setelah baca artikel ini saya jadi ingat ada teman bilang agar kita selalu ingat 3 kata, “Hello”, ” Thank you” dan “Please” yang katanya adalah kata sederhana yang bisa merubah hidup kita ๐Ÿ˜‰

    Lucu yach, cuma 3 patah kata sederhana itu aja kita (saya) bisa lupa :) So.. thanks for the article yang mengingatkan kembali

Leave a Comment