Up Your Future

August 9, 2009 by Max Sandy  
Filed under movie splash

Pixar memang gila. Tidak cukup dengan sukses menelorkan film spektakuler robot culun “Walle”, kali ini bioskop Indonesia dirubung lagi oleh karya barunya : “UP”. Baru membaca judulnya saja, saya membathin betapa kreatifnya tim Pixar ini – sampai urusan judul saja dipikirkan ekstra serius supaya terdengar unik dan eye cathcing. Film ini cocok masuk Guinnes Book of Records sebagai film dengan judul terpendek di dunia. Dan jangan ditanya soal kehebatan ide cerita filmnya. Pixar, sang maestro film animasi CGI ini juga jagoan sekali untuk urusan menggodok film yang cerita dan tokohnya unik bin ajaib. Karena itulah Pixar tidak pernah gagal mengacak-ngacak emosi penontonnya. Kita bisa dibikin senyum-senyum sendiri, tercengang, tertawa terpingkal-pingkal, tegang, sampai air matapun bisa merembes kemana-mana. Menurut saya pribadi, kualitas film garapan Pixar belum bisa ditandingi oleh rumah-rumah produksi animasi manapun. Tidaklah salah kalau pada akhirnya perusahaan raksasa sekaliber Walt Disney saja sampai ngebet berat untuk bisa bersanding di pelaminan dengan Pixar, dan beranak pinak dengan rentetan film-film animasi box office.

Life is an Adventure

Up berkisah tentang balada hidup Carl Frederickson, yang sejak kecil sangat kesengsem dengan tokoh petualang Charles Muntz. Kemudian ia lengket dengan anak gadis tomboy yang bernama Ellie, yang kelak akhirnya menjadi istrinya. Karena kehidupan rumah tangga mereka tidak dikaruniai anak, cinta antara kedua insan ini semakin mendalam. Namun malang, Ellie meninggal terlebih dulu karena sakit, membuat Frederickson hidup menyendiri di usia senjanya. Dan di satu hari, Pak Tua Frederickson nekat memenuhi janji setianya kepada mendiang sang istri yang sejak kecil mendambakan punya rumah di atas ngarai belantara Amerika Selatan yang indah. Caranya? Kakek Tua ini menerbangkan rumahnya menggunakan ratusan balon!

Tapi, kisahnya tidak segampang itu. Ternyata saat rumah si kakek ini take off, ada seorang anak pramuka cilik, Russel, yang nyangkut di beranda rumahnya. Alhasil, Russel dan kakek Frederickson jadi berpetualang berdua di belantara Amerika Selatan dan harus berhadapan dengan tokoh antagonis Charles Muntz yang tidak lain adalah tokoh pujaan si kakek ketika kecil.

Begitu lekatnya si kakek Frederickson pada janji setianya, hingga dia tega mengabaikan Russel yang berada dalam bahaya. Namun, tidak sengaja sang kakek membaca pesan mendiang istrinya yang kurang lebih berbunyi begini, “Terima kasih untuk segala petualangan yang telah kau berikan padaku. Dan sekarang, mulailah petualanganmu yang baru!” Begitu terbakarnya semangat Frederickson membaca pesan almarhum istrinya tercinta itu, hingga ia memutuskan melepaskan segala perjuangannya untuk memboyong rumah tuanya itu, dan menyusul menolong Russel. Film Up pun berakhir happy ending, menunjukkan betapa bahagianya si kakek menjalin pengalaman dan persahabatannya yang baru dengan Russel.

Can u give up your HISTORY?

Film UP memang mengajukan pertanyaan berat buat kita semua : bersediakah kita meninggalkan kelekatan kita yang berlebihan dengan masa lalu kita? Beranikah kita menanggalkan ilusi dari segala nostalgia yang pernah kita lewati?

Berapa kali Anda melihat seorang pensiunan tentara yang masih sering mengenakan seragam dan lencana kebanggaannya serta tidak bosan-bosannya membanggakan masa lalunya? Atau pernahkan Anda berpapasan dengan orang yang begitu sakit masa lalunya sehingga ia menyerahkan hidupnya dalam kabut keputusasaan seumur hidupnya? Sama halnya juga dengan orang yang rela disakiti berlama-lama oleh pasangannya dan tidak mau berbuat apa-apa, semata-mata karena ia ingat pasangannya dulu sangat romantis kepadanya?

Yah, masa lalu memang bisa indah berbinar-binar, juga bisa gelap sepekat-pekatnya. Tapi tetap saja masa lalu adalah masa lampau – sebuah album kenangan berharga yang akan kita bawa seumur hidup kita. Namun tidak berarti kita wajib untuk meneruskan apapun yang sudah tertulis dalam masa lalu kita, karena pena kehidupan ada di tangan kita dan bisa kita gunakan untuk membuka bab baru kapanpun kita mau.

Saya lebih suka menyimpulkan ini dalam kalimat pendek, “Masa lalu mempengaruhi jalan hidup kita, tapi tidak menentukan bagaimana kita menjalaninya!” Kalau skenario masa lalu Anda sarat dengan rasa minder akibat kebodohan atau kemiskinan, maka Anda pulalah yang punya kekuatan untuk memutusnya. Seandainya luka bathin mencabik-cabik masa lalu Anda, maka Anda jugalah yang bisa membungkusnya menjadi pelajaran berharga – bukannya tenggelam dalam kesedihan tak berujung.

“Buatlah petualanganmu yang baru” adalah kalimat terbaik yang mucul dalam film UP. Dan inilah inti dari akal budi yang membedakan kita dari singa sirkus. Walaupun punya taring setajam belati, singa sirkus tak berdaya dan menyerahkan dirinya dikendalikan oleh skenario pengkondisian pelatihnya. Seumur hidupnya hanya dihabiskan dalam kerangkeng berkarat di kandang sirkusnya. Jangan sampai kita bernasib sama seperti singa sirkus itu dan cuma menyia-nyiakan hidup kita yang berharga dalam kerangkeng keterbatasan mental kita. Entah masa lalu Anda gelap gulita ataupun bersinar, selalulah mengambil kendali hidup Anda sendiri supaya masa depan Anda menjadi sebaik yang Anda impikan.

Daripada berkoar-koar membanggakan lencana dan takhta masa lalu kita, lebih baik kita lebur dengan keluarga dan sahabat-sahabat dengan sorot mata kerendahan hati yang baru. Daripada mengutuk terus kebodohan dan kemiskinan Anda, mulailah membaca buku dan berbaur dengan orang-orang pemberi semangat di sekitar Anda. Daripada menyesali kehidupan rumah tangga Anda yang kekeringan kasih sayang, mulailah jadi yang pertama mencurahkan cinta tulus dan menyalakan api kasih dalam keluarga. Daripada menenggak racun serangga karena putus harapan, carilah seutas tali harapan baru di luar sana. Dunia adalah buku yang penuh dengan petualangan baru yang Anda bisa pilih.

Andapun semua membantu meramaikan petualangan hidup saya … terima kasih

Comments

Comments

One Response to “Up Your Future”
  1. iwan wahyudi says:

    bagaimana kalau pengamatan2 tajam bapak sandy ini dibukukan? saya rasa pembaca web ini pasti juga setuju dan menunggu-nunggu tulisan pak sandy bermetamorfosis dalam bentuk sebuah buku!

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!