Avatar
December 24, 2009 by Max Sandy
Filed under movie splash
Apa jadinya kalau sutradara kelas kakap punya dua obsesi dalam waktu bersamaan: pelestarian lingkungan dan pelestarian film heboh? Jawabannya adalah : film menggemparkan AVATAR, yang bulan Desember ini sedang santer-santernya bikin bioskop antri. Film ini sempat bikin awam rada linglung karena banyak yang tadinya berpikir film ini diangkat dari serial kartun “avatar” yang banyak digandrungi anak-anak Indonesia. Nyatanya Avatar yang satu ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan film kartun itu, tapi cuma judulnya saja yang kebetulan mirip.
Avatar memang dinobatkan menjadi film yang paling ditunggu-tunggu tahun 2009 ini, karena dianggap sebagai film yang paling ambisius dan digarap super serius. Bayangkan saja, bujet yang musti dikuras demi mewujudkan film ini mencapai 400 juta dollar – konon dianggap film paling mahal tercatat dalam sejarah hingga tahun ini. Kalau bukan James Cameron yang jadi dalang film ini, mungkin tidak ada satupun rumah produksi Hollywod yang iklas patungan menggodok film ini. Ya, siapa sih yang tidak kenal James Cameron? Dialah dedengkot yang berada di balik film-film pengeruk duit macam Terminator, Aliens, True Lies, The Abyss dan Titanic. Dan setelah absen lama dari panggung film hollywod cukup lama, akhirnya Sang Maestro kembali lagi bikin gemuruh lewat film AVATAR-nya itu.
Tapi kelihatannya, pertaruhan 20th Century Fox mencukongi film ini tidak bakal sia-sia. Di Minggu awal pemutaraannya saja, pundi-pundi emas penghasilannya saja sudah meraih angka 700 juta dollaran. Ditambah lagi dengan adanya rumor kalau film ini bakal sukses dilirik masuk dalam nominasi Oscar tahun depan. So pasti, nama James Cameron bakal semakin sakti saja di panggung persilatan film dunia
It’s Cameron’s Personal Passion
Sejak sukses dengan film The Abyss dan Titanic, tampaknya James Cameron mendapatkan wangsit baru untuk jadi pecinta lingkungan sejati. Buktinya, ia tiba-tiba lengser dari hiruk pikuk film action dan picisan Hollywood, kemudian menekuni hobby barunya menggarap film-film berbau dokumenter lingkungan. Dewi Bumi rupanya benar-benar sudah merasuki jiwa Cameron, sampai-sampai sekembalinya ke ajang film komersilpun ia tidak mau melepaskan panggilan nuraninya untuk menghembuskan pesan-pesan moral kelestarian lingkungan.
Filmnya sendiri berkisah di seputar sepak terjang seorang kopral bernama Jake Sully, yang kakinya cacat dan ditawari untuk membantu proses diplomasi dengan komunitas alien penghuni planet Pandora. Tujuan diplomasinyaadalah supaya suku native primitif ini bersedia untuk direlokasi, karena tanah tempat mereka tinggal akan ditambang untuk mendapatkan sumber energi unobtanium yang sangat dibutuhkan untuk melangsungkan kehidupan di bumi yang kisahnya tengah mengalami krisis energi akibat ulah manusia yang terlampau serakah menggerogoti kelestarian alam di bumi.
Berhubung udara planet sangat berbahaya bagi manusia, maka tim ilmuwan telah merekayasa unit-unit biologis yang mirip alien itu dan bisa ditunggangi oleh kesadaran manusia “pengendaranya” – yang diberi julukan avatar. Caranya adalah, orang-orang yang telah terpilih dan sudah disinkronkan gelombang otak dan sarafnya akan didownload kesadarannya ke dalam avatarnya selama orangnya berada dalam tabung tidur. Nah, Jake Sully bersama dengan beberapa gelintir ilmuwan itulah yang ditugaskan mengendarai tubuh avatar ini supaya bisa melakukan riset alam sekaligus mempelajari budaya suku native di planet Pandora tersebut – yang ujudnya sangat bongsor, berkulit kebiruan, memiliki ekor dan mata besar seperti kucing.
Alkisah, Avatar Jake Sully kemudian diterima oleh suku native itu, bahkan bisa menjalin kasih dengan Neytiri – gadis primitif planet Pandora. Dan saking lamanya Jake Sully menyelami filosofi dan budaya suku Pandora yang sangat menjunjung tinggi keseimbangan alam dan energi planetnya – malah membuat Jake berempati dan membela habis-habisan komunitas Pandora dalam menghadapi keserakahan kaum kapitalis dan militer bumi yang punya niat mengacak-ngacak keseimbangan ekologi planet Pandora. Syukurnya, Jake dibantu juga oleh teman-teman buminya yang memiliki visi yang sama. Plot filmnya senada dengan film “Last Samurai”nya Tom Cruise beberapa tahun silam.
Go Green Message
Maka resmilah film Avatar ini sebagai film iklan layanan masyarakat termahal di jagad ini, mengusung pesan moral yang berusaha menyadarkan kita kalau bumi dan alam seisinya ini sesungguhnya merupakan energy network yang memiliki jiwanya sendiri dan punya kemampuan untuk “memberontak dan membalas” jika manusia kelewat lupa diri membabat kelestarian alamnya demi menggerakkan roda industri dan memuaskan dahaga kaum industrialis.
Tapi terlebih lagi, Seandainya saya punya 10 jempol, maka akan saya acungkan semuanya buat James Cameron yang menumpahkan segala energi dan kesabarannya demi merealisasikan panggilan hidupnya dalam film avatar ini. Sejak tahun 1994, sebetulnya ia sudah gregetan pingin membuat film avatar ini. Namun berhubung kala itu teknologi cinematography kita masih pas-pasan, maka Cameron bersedia menunggu 13 tahun sampai perangkat dan software CGI serta teknik film 3 Dimensi Hollywood sudah benar-benar matang.
Sedalam itulah Passion seorang James Cameron. Ia sadar kalau dirinya bukan politikus ataupun pecinta lingkungan yang mahir mengumpulkan massa dan berdemo dimana-mana. Ia juga maklum dirinya bukanlah reporter atau jurnalis yang katam menulis buku dan artikel-artikel ilmiah. Tapi itu tak menghentikannya untuk bisa menyentuh dan mengingatkan kita semua akan pentingnya nilai keseimbangan alam. Lewat talentanya merangkai dongeng, ia berjuang dengan caranya yang khas menggagas film-film yang mudah dicerna dan bisa menginspirasi kita semua.
Bagaimana dengan Anda? Dimana talenta Anda? Sudahkah Anda mencari titik temu antara panggilan hidup, passion dan talenta Anda sehingga bisa menyuguhkan kontribusi buat orang-orang di sekeliling Anda?
Apapun bakat Anda, selalu ada 1001 macam cara (bahkan lebih) agar Anda bisa meringankan beban hidup orang lain, memberikan inspirasi, dan memperjuangkan nilai-nilai luhur semesta. Ully sigar melantunkan lagu-lagu kecintaan alamnya, GM Sudharta mencoretkan pensilnya membuat karikatur-karikatur kemasyarakatan, Guruh Soekarno Putra mengerahkan penari-penarinya menginspirasi kita, Gus Dur dengan politik ceplas-ceplosnya, Butet dengan monolog-monolog sindirannya, dan sebagainya.
Pilihlah cara Anda sendiri, jadilah diri sendiri, gaungkanlah ke-khas-an Anda untuk menyentuh dan membuat dunia menjadi rumah kita yang lebih indah. Hey … minimal jika Anda sulit menemukan dimana talenta Anda, cukup arahkan mata Anda ke bawah, cari sepotong sampah … dan buang pada tempatnya. Itu sudah lebih dari cukup bisa menginspirasi orang banyak.
Songsong 2010 dengan talenta Anda yang lebih bersinar. Selamat Tahun Baru.


saya kira sama seperti cameron, artikel kali ini juga merupakan artikel terbaik yang pernah saya baca dari seluruh tulisan pak sandy…
sudah saatnya memang untuk menelurkan sebuah masterpiece dalam bentuk buku… supaya makin banyak orang terinspirasi oleh goresan tulisan dan coretan ilustrasi bapak max sandy!
Cooll review …
Senang bisa mengenal bapak yg satu ini …
btw, paling suka ulasannya yang tulisannya gini “Hey … minimal jika Anda sulit menemukan dimana talenta Anda, cukup arahkan mata Anda ke bawah, cari sepotong sampah … dan buang pada tempatnya. Itu sudah lebih dari cukup bisa menginspirasi orang banyak.”
ayo broo, update lagi movie splashnya …