Main tanah, siapa takut!

May 25, 2010 by Max Sandy  
Filed under Brainclips

Kabar gembira untuk orangtua yang masih hobby mengijinkan anak-anaknya bermain di luar dan kontak langsung dengan alam. Baru-baru ini dalam simposium American Society of Microbiolgy, muncul wacana menarik yang dituturkan oleh pakar mikrobiology Dorothy Matthews dan Susan Jenks. Menurut penelitian yang mereka lakukan, ada fakta menarik tentang satu jenis bakteri yang sering tak sengaja dihirup oleh anak-anak saat bermain di alam bebas. Nama bakterinya adalah mycobacterium vaccae yang biasanya bercokol di tanah. Read more

Happy like Shrek!

May 25, 2010 by Max Sandy  
Filed under movie splash

Berapa kali Anda mendengar orang curhat, “Coba seandainya saja hidupku gak seperti ini, aku pasti merasa bisa lebih bahagia”. Atau jangan-jangan Anda sendiri yang sering dalam hati berkeluh, ”Kenapa ya hidupku cuma begini-begini aja”. Kalau memang begitu, tidak ada salahnya kalau Anda meluangkan waktu ngantri nonton film Shrek terbaru yang sekarang ini sedang diputar di bioskop. Apalagi kalau Anda termasuk fans berat tokoh monster gempal yang satu ini, dan mengikuti seluruh jilid filmnya, dijamin Anda akan lebih bisa memahami alur besar kisahnya dan lebih tercubit dengan semprotan inspirasinya.

Saya sendiri tidak menyangka kalau film Shrek kali ini punya muatan filosofis yang lebih dalam ketimbang jilid-jilid sebelumnya. Hebatnya, film ini berhasil membungkus sebuah nasihat sederhana dengan tuturan dongeng yang bagus sehingga nasihat sederhana itu menjadi tamparan yang telak untuk membangunkan kesadaran kita. Read more

Innovate like Shrek!

May 25, 2010 by Max Sandy  
Filed under movie splash

Penonton Indonesia dibikin tergelak-gelak lagi oleh lakon buto ijo yang satu ini, SHREK dan kawan-kawannya, di besutan film seri ke empatnya, Shrek the Final Chapter. Muncul tepat di ambang musim ujian sekolah, tampaknya Shrek bisa dijadikan cemilan ringan yang bisa membuat anak-anak kita rada terhibur sebelum mereka masuk arena pembantaian ujian di bulan Mei ini. Para pembesar di rumah produksi Dreamworks rupanya tidak mau kalah, dan mempersenjatai film Shrek ke empat ini dengan tampilan 3D yang memang sudah digandrungi jutaan penonton bioskop. Belakangan ini memang muncul imej, kalau sebuah film sampai dibalut dengan teknologi 3D – pastilah itu film jawara andalan. Ya memang jelas sekali film Shrek pantas dibuat dengan kemewahan tampilan 3D, karena jasa Shrek sudah begitu besarnya buat para boss di pabrikan film Dreamworks. Sejarah pernah mencatat, ketika film Shrek jilid pertama merengsek masuk pasaran bursa film animasi CGI dunia, orang-orang begitu kesengsemnya dengan Shrek sampai-sampai suhu film animasi dunia macam Pixar dan Disneypun harus legowo mengakui posisi Shrek di papan rating box office. Koq bisa? Apa resepnya? Read more