Don’t Leave Your Comfort Zone

Berani taruhan. Setiap kali kita berpapasan dengan kalimat-kalimat bijak ala motivator, baik itu di dalam buku-buku resep bahagia ataupun di ruang-ruang seminar – sebagian besar akan menganggap comfort zone sebagai sesuatu yang tabu. “Tinggalkan comfort zone!” adalah kutipan-kutipan yang katam di telinga kita. Yah tentu saja intensinya bagus, mau mendepak kita supaya bisa lebih semangat menantang diri menuju level kehidupan yang lebih baik.

Tapi, harusnya kita iba kepada ”comfort zone” yang sekian lamanya sudah diperlakukan bak anak tiri : dibenci, dijauhi, dizolimi dengan berbagai cara? Apakah betul-betul ”comfort zone” sudah dipatenkan menjadi virus peradaban masa kini? Pikir-pikir lagi ….

Salah kaparah – salah istilah

Marilah sejenak kita tepekur membedah hakikat hidup kita. Sejak manusia masih di jaman batu mengejar-ngejar rusa, sampai dengan jaman manusia digital mencolek-colek ipad, bukankah kita dilahirkan untuk mengejar satu hal tunggal : kebahagiaan? Yah tentu saja definisi bahagia bisa beragam. Tapi intinya kan tetap simpel saja, manusia membetot-betot tulang tiap hari demi kenyamanan hidup, bukan? Demi sesuatu yang bisa membuat kita lega menghela nafas. Dengan segala cara manusia memiliki program internal untuk mencapai titik default : kenyamanan.

Pendeknya, manusia dirancang untuk mencari comfort zone. Comfort secara material fisikal, comfort secara batiniah spiritual, comfort secara sosial budaya.

man_in_cageDan tiba-tiba saja entah dari mana asalnya, sebuah gerakan baru muncul untuk mengajak orang-orang keluar dari zona ini. Zona yang tadinya jadi tujuan hakiki hidup kita tau-tau menjelma menjadi sesuatu yang harus dijauhi. Kedengarannya memang enak di telinga – berkesan inspirasional dan memukau. Coba saja dengar seruan ini, “Nak, jangan cuma begini-begini saja. Tantang diri kamu untuk belajar lebih banyak. Tantang diri kamu untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Keluarlah dari comfort zone kamu demi mencapai sukses hidup dan karir!” Wow …… so inspiring.

Apakah betul kita hanya bisa sukses dengan cara keluar dari comfort zone? Mungkinkah kita bisa tetap berada dalam comfort zone dan sekaligus bisa mencapai kebahagiaan sejati? Hmmm …. atau selama ini istilahnya yang keliru?

Expand Your Comfort Zone

Andai saja ada seorang anak yang sudah mahir matematika dan menyukainya. Lantas si anak ini kemudian belajar melukis. Dan perlahan-lahan diapun jadi suka dengan melukis. Maka, ia jadi pintar dalam dua hal : matematika dan melukis. Yang tadinya cuma nyaman dan betah dengan hitung-hitungan, maka lambat laun si anak ini jadi betah juga dengan belepotan krayon dan cat air. Artinya, kenyamanannya dengan matematika bertambah dengan melukis. Zona nyamannya bertambah, memuai ke area yang baru. Sesungguhnya anak ini tidak pernah meninggalkan zona nyamannya dengan matematika!

Begitupun dengan kita. Saat kita belajar melakukan sesuatu yang baru, bukan berarti kita meninggalkan zona nyaman kita sebelumnya. Apa yang sedang terjadi sebetulnya adalah perluasan comfort zone kita ke wilayah yang baru.

cz2Agak sedikit tidak adil dan kurang pas bila kita mengatakan ”Tinggalkan zona nyaman”, karena itu melanggar hakikat kita sebagai makhluk pencari kenyamanan. Alih-alih, kenapa tidak kita mulai membiasakan paradigma dan istilah baru : ”Perluas Zona Nyaman!”

Bayangkan saja hidup kita bagaikan tinggal dalam sebuah gelembung. Dan ketika kita merangkak pelan-pelan menuju sukses kita, gelembung hidup kita makin lama makin membesar atau bisa juga menyatu dengan gelembung yang baru. Selama gelembung kenyamanan kita ada dan utuh, pertahankanlah sebisa mungkin sambil mencari-cari kesempatan untuk mempelajari dan melakukan hal-hal baru yang beresiko untuk memperlebar zona nyaman kita. Namun milikilah juga kesiapan mental untuk terjun ke gelembung baru manakala gelembung lama kita pecah di luar kendali.

Jadi tak perlulah kita ngoyo menarik urat syaraf kita setiap hari di dalam kengerian meninggalkan zona nyaman kita. Rileks dan nikmatilah zona nyaman Anda sepenuh-penuhnya sambil terus menciptakan peluang untuk memuaikan zona nyaman Anda menjadi lebih luas.

Live in your comfort zone happily ever after.

Related posts

Leave a Comment