<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.maxsandy.com &#187; Brainclips</title>
	<atom:link href="http://www.maxsandy.com/category/brainclips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.maxsandy.com</link>
	<description>Max Sandy Official Website</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Oct 2011 03:30:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Main tanah, siapa takut!</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/main-tanah-siapa-takut/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/main-tanah-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 09:58:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainclips]]></category>
		<category><![CDATA[Main tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Kabar gembira untuk orangtua yang masih hobby mengijinkan anak-anaknya bermain di luar dan kontak langsung dengan alam. Baru-baru ini dalam simposium American Society of Microbiolgy, muncul wacana menarik yang dituturkan oleh pakar mikrobiology Dorothy Matthews dan Susan Jenks. Menurut penelitian yang mereka lakukan, ada fakta menarik tentang satu jenis bakteri yang sering tak sengaja dihirup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/dirt.jpg" alt="" width="250" height="204" />Kabar gembira untuk orangtua yang masih hobby mengijinkan anak-anaknya bermain di luar dan kontak langsung dengan alam. Baru-baru ini dalam simposium <strong>American Society of Microbiolgy</strong>, muncul wacana menarik yang dituturkan oleh pakar mikrobiology <em>Dorothy Matthews</em> dan <em>Susan Jenks.</em> Menurut penelitian yang mereka lakukan, ada fakta menarik tentang satu jenis bakteri yang sering tak sengaja dihirup oleh anak-anak saat bermain di alam bebas. Nama bakterinya adalah <strong><em>mycobacterium vaccae</em></strong> yang biasanya bercokol di tanah. <span id="more-513"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dari penelitian mereka, ada bukti kalau bakteri ini mempengaruhi kemampuan anak untuk belajar, karena bakteri ini bisa merangsang munculnya hormon serotonin dan bersifat antidepressant, sehingga bisa sekaligus mengurangi kecemasan. Ketika bakteri ini diujicobakan pada tikus eksperimen, efeknya adalah tikus-tikus jadi lebih cepat bisa menemukan jalan di labirin yang rumit, dan juga terlihat lebih tenang.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, mulai sekarang, tidak ada salahnya anda menjadwalkan waktu khusus supaya anak Anda bisa bermain di alam bebas. Atau minimal Anda sisakan space kosong di rumah untuk dijadikan taman mungil. <strong><em>L</em><em>et’s GO GREEN and HAPPY!</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/main-tanah-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanna be Happier? Take a Deep Breath</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/05/06/wanna-be-happier-take-a-deep-breath/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/05/06/wanna-be-happier-take-a-deep-breath/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 03:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainclips]]></category>
		<category><![CDATA[Deep Breath]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Gelombang rutinitas harian yang kita jalani seringkali memaksa kita untuk fokus dengan hal-hal &#8220;besar&#8221; yang ada di depan mata. Tanpa sadar, kita kemudian jadi menyepelekan hal-hal kecil yang justru nilainya sangat penting. Contoh paling sederhana adalah : Nafas Anda.
Ritme kehidupan yang menuntut kita bergerak lebih gesit dan lincah membuat program bawah sadar pernafasan kita menjadi lebih cepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/nafas.jpg" alt="" width="225" height="188" />Gelombang rutinitas harian yang kita jalani seringkali memaksa kita untuk fokus dengan hal-hal &#8220;besar&#8221; yang ada di depan mata. Tanpa sadar, kita kemudian jadi menyepelekan hal-hal kecil yang justru nilainya sangat penting. Contoh paling sederhana adalah : <strong>Nafas Anda</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Ritme kehidupan yang menuntut kita bergerak lebih gesit dan lincah membuat program bawah sadar pernafasan kita menjadi lebih cepat dan dangkal, atau seringkali disebut dengan <em><strong>&#8220;shallow breath&#8221;,</strong></em> yakni kebiasaan bernafas pendek-pendek dan tidak mendalam. Coba perhatikan dan hitung saja, berapa kali sehari Anda menarik nafas panjang dan dalam? Kemungkinan besar Anda berbagi jawaban yang sama dengan jutaan orang sibuk lainnya : <strong>SANGAT JARANG</strong>.<span id="more-208"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Orang banyak berpikir, <em>&#8220;Ah, yang penting kan saya menarik oksigen masuk dan mengeluarkan karbon dioksida&#8221;.</em> Pernyataan ini memang tidak keliru, tapi kalau Anda memahami benar-benar proses pernafasan dan dampaknya pada fisik dan mental kita, mungkin Anda akan sedikit merevisi keyakinan Anda.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Bernafas bukan cuma perkara menghisap oksigen dan menghembuskan karbondioksida</h3>
<p style="text-align: justify;">Semakin Anda sibuk beraktivitas, tubuh Anda sebetulnya membutuhkan oksigen tiga kali lipat dari biasanya. Jika gaya bernafas Anda selalu konstan pendek-pendek, artinya asupan oksigen yang diterima kurang sehingga tubuh kita mengalami apa yang disebut <em>Oxygen Starvation</em> (lapar okseigen). Akibatnya bisa berderet-deret :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li>Volume paru-paru Anda makin lama jadi makin ciut dan tidak lagi elastis karena tidak terbiasa menampung udara yang banyak.</li>
<li>Muatan oksigen yang diterima darah sedikit, sehingga jantung harus bekerja lebih keras mengalirkan darah lebih banyak melewati paru-paru supaya bisa bongkar muat oksigen lebih banyak.</li>
<li>Tampungan karbon dioksida tidak bisa dikeluarkan maksimal dari tubuh, gara-gara hembusan nafas Anda yang pendek. Akhirnya jadi menumpuk dalam tubuh dan mengganggu keseimbangan.</li>
<li>Oksigen yang diterima oleh organ-organ tubuh penting termasuk otak jadi sedikit.  Hasilnya, metabolisme energi tidak berjalan maksimal &#8211; membuat kita gampang capek, pusing, dan tidak bisa konsentrasi. Emosipun jadi lebih labil.</li>
<li>Sel-sel otot kekurangan oksigen juga, berujung pada keluhan-keluhan otot seperti sakit pundak, sakit pinggang, sampai rhematik.</li>
<li>Proses detoksifikasi (pengeluaran racun) dan pembakaran lemak juga terganggu karena darah tidak memuat cukup bahan baku oksigen yang mendukung proses metabolisme.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Anda bisa bayangkan, hanya karena kebiasaan bernafas kita yang kelihatannya sepele, seluruh dinamika kehidupan kita bisa berantakan, mulai dari produktifitas yang rendah, kondisi emosional yang terganggu, serta kesehatan fisik yang memburuk. Ujung-ujungnya, keseimbangan finansial kita juga jadi terkena imbasnya gara-gara kita jadi harus banyak mengeluarkan biaya menanggulangi segala dampak buruk menipisnya stamina fisik dan mental yang kita alami.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, jangan anggap remeh gaya bernafas Anda. Mulailah dengan sadar mengubah pola pernafasan Anda menjadi lebih dalam dan panjang <em>(Deep Breath).</em> Usahakan selalu menarik nafas melewati hidung, agar oksigen yang mendarat di paru-paru telah tersaring secara alamiah dan suhunya lebih hangat. Saat menghembuskan nafas, disarankan tetap lewat hidung, namun kalaupun Anda lebih terbiasa lewat mulutpun tidak menjadi masalah. Bahkan  beberapa ahli relaksasi menyarankan kita bernafas dengan cara <em>nose-in, mouth-out</em> (masuk hidung &#8211; keluar mulut) saat kita ingin merasakan rileks dengan cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau umumnya orang bernafas kurang lebih 23 ribu perhari dengan muatan oksigen rata-rata 20 kubik/inci (1 menit = kurang lebih 15 kali tarikan nafas), maka dengan ritme nafas yang panjang Anda akan bisa menghemat jumlah tarikan nafas per-menit sekaligus menambah muatan oksigen dalam sekali tarikan nafas. Seluruh dampak negatif pernafasan dangkal menjadi berbalik positif, tubuh menjadi lebih produktif dan sehat, pikiran bertambah tajam, dan tentu saja usia semakin panjang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Jadi, kalau Anda ingin awet muda dan bahagia selalu, mulailah dengan nafas Anda!</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/05/06/wanna-be-happier-take-a-deep-breath/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awas TEH &amp; KOPI</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/04/27/awas-teh-kopi/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/04/27/awas-teh-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 05:24:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainclips]]></category>
		<category><![CDATA[Teh & Kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Es teh adalah buronan yang paling sering saya buru kalau sedang makan atau ketika badan kesiram hawa panas. Rasa teh yang sepat-sepat dan wanginya yang harum selalu sukses bikin saya geregetan. Jadinya, hampir setiap hari minuman warna oranye kecoklatan ini jadi menu wajib di rumah. Semuanya berawal ketika saya masih kuliah di Jogja jaman baheula. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/teh.jpg" alt="" width="225" height="169" />Es teh adalah buronan yang paling sering saya buru kalau sedang makan atau ketika badan kesiram hawa panas. Rasa teh yang sepat-sepat dan wanginya yang harum selalu sukses bikin saya geregetan. Jadinya, hampir setiap hari minuman warna oranye kecoklatan ini jadi menu wajib di rumah. Semuanya berawal ketika saya masih kuliah di Jogja jaman baheula. Kala itu, saya selalu ngiler melihat kawan karib saya kalau dia sedang nyeruput es teh manis pahit. Begitu nikmatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi begitu saya ditawari kopi, lidah saya biasanya agak protes. Maklum, lambung saya cukup peka kalau kemasukkan kopi. Jadinya, dalam kamus saya, teh masih ada dalam urutan pertama paling digemari.<span id="more-169"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan beberapa teman saya. Kopi malah jadi minuman favorit mereka. Sampai-sampai dimanapun mereka mangkal, pasti kopi jadi incaran. Memang, di Indonesia dua jenis minuman itu bisa dibilang sebagai <strong><em>the two most wanted liquid.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Namun, sebagai fans berat kopi dan teh, ada baiknya mulai sekarang kita ber-WASPADA. Karena dalam buku <strong>The Miracle of Enzyme </strong>tulisan pakar kesehatan dunia <strong>Dr. Hiromi Shinya</strong>, terbukti bahwa teh dan kopi bisa merusak fungsi pencernaan kita kalau tidak dikonsumsi dengan bijak. Hal ini disebabkan oleh <strong>zat tanin</strong> yang ada dalam kedua minuman itu, yang ketika berinteraksi dengan lambung, akan teroksidasi dan menstimulasi munculnya asam tanat yang bisa mengurangi keseimbangan lapisan protein di permukaan lambung. Hasilnya, sederet keluhan lambung bisa menghinggapi kita. Padahal, zat tanin inilah yang membuat rasa pahit-pahit nikmat dalam kopi dan teh.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa lantas kita mesti menghentikan minum teh dan kopi? Padahal kopi dan teh juga banyak manfaatnya dan terbukti secara medis dan psikologis bisa mengurangi stress dan menambah daya tahan tubuh. Karena itulah Dr. Hiromi menyarankan kita meminumnya dengan bijak. <strong>Tips</strong> paling gampang adalah jangan minum teh atau kopi dalam keadaan perut kosong. Kemudian, selingi juga dengan minum air putih yang banyak supaya efek samping kopi dan teh bisa dinetralisir, sambil tetap tubuh kita bisa meresap manfaat nutrisinya. Nah, dengan begitu barulah kita bisa disebut peminum teh dan kopi sejati.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Tidak ada salahnya disimak, bukan?</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/04/27/awas-teh-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suka mabuk di jalan? Bisa jadi Anda RIGHT BRAINER</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/04/11/suka-mabuk-di-jalan-bisa-jadi-anda-seorang-right-brainer/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/04/11/suka-mabuk-di-jalan-bisa-jadi-anda-seorang-right-brainer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 17:15:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainclips]]></category>
		<category><![CDATA[mabuk jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah orang yang paling susah membaca di dalam mobil yang sedang jalan. Begitu juga kalau mengoperasikan laptop. Kepala langsung terasa berputar-putar, malah terkadang sampai muncul rasa mual. Padahal, rekan saya bisa dengan asiknya mengutak-atik laptop dalam mobil berjalan tanpa ada reaksi apapun yang ganjil. Diapun bisa begitu betahnya membolak-balik koran atau majalah.
Seandainya Anda punya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/dizzy.gif" alt="" width="250" height="318" />Saya adalah orang yang paling susah membaca di dalam mobil yang sedang jalan. Begitu juga kalau mengoperasikan laptop. Kepala langsung terasa berputar-putar, malah terkadang sampai muncul rasa mual. Padahal, rekan saya bisa dengan asiknya mengutak-atik laptop dalam mobil berjalan tanpa ada reaksi apapun yang ganjil. Diapun bisa begitu betahnya membolak-balik koran atau majalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Seandainya Anda punya problem yang sama, jangan khawatir, karena itu bukan tanda kelainan atau penyakit fisik yang harus kita obati. Penelitian intensif seputar aktivitas otak yang dilakukan Ned Herrmann menyimpulkan hal menarik soal fenomena ini. Ketika kita berada dalam kendaraan yang sedang berjalan, dan mata kita bisa melihat pergerakan pemandangan di luar, maka sensor mata dan keseimbangan di bagian dalam telinga kita saling mengirimkan signal ke otak untuk diproses. Bagaimana kedua signal ini diproses dalam otaklah yang menentukan apakah kita tergolong &#8220;pemabuk jalan&#8221; atau bukan.<span id="more-71"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Individu yang proses otak kirinya lebih dominan (bagian otak yang banyak berurusan dengan fakta dan rasio) tidak akan kesulitan untuk memisahkan secara berurutan antara signal kiriman dari reseptor visual (mata) dan reseptor keseimbangan dari dalam telinga (vestibular system). Di lain pihak, orang yang otak kanannya lebih dominan (bagian otak yang memproses hal-hal artistik dan intuitif) akan mengalami kesulitan untuk memisahkan kedua signal ini. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan otak kanan untuk mengolah signal-signal secara holistik (keseluruhan).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, kalau Anda sering mabuk perjalanan atau bahkan mabuk saat main video game yang menimbulkan ilusi gerakan, bisa jadi Anda adalah cenderung pemain otak kanan. Walaupun ini bukanlah satu-satunya indikator, tapi tidak ada salahnya kita memasukkan ini dalam kantong pengetahuan kita bukan?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Anda tertarik?</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/04/11/suka-mabuk-di-jalan-bisa-jadi-anda-seorang-right-brainer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

