<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.maxsandy.com &#187; movie splash</title>
	<atom:link href="http://www.maxsandy.com/category/movie-splash/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.maxsandy.com</link>
	<description>Max Sandy Official Website</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Oct 2011 03:30:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Captain America in Indonesia</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2011/10/28/captain-america-in-indonesia/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2011/10/28/captain-america-in-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 10:48:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[Captain America]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=577</guid>
		<description><![CDATA[Tepat tanggal 28 Oktober tahun ini, hari Sumpah Pemuda kita tentu aja jauh beda dengan 83 tahun yang lalu. Jalan-jalan gak lagi dipenuhi delman-delman elite dan menir-menir yang lalu lalang sambil cas cis cus ngomong Belanda. Potongan rambut anak-anak mudanya juga masih pada lurus-lurus mengkilat dengan belahan pinggir yang sangat simetris. Bahkan jalananpun barangkali masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tepat tanggal 28 Oktober tahun ini, hari Sumpah Pemuda kita tentu aja jauh beda dengan 83 tahun yang lalu. Jalan-jalan gak lagi dipenuhi delman-delman elite dan menir-menir yang lalu lalang sambil cas cis cus ngomong Belanda. Potongan rambut anak-anak mudanya juga masih pada lurus-lurus mengkilat dengan belahan pinggir yang sangat simetris. Bahkan jalananpun barangkali masih penuh dengan aroma keju Belanda.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun ini suasananya lain; jalanan penuh sesak dengan angkot dan motor yang lagi buru-buru kejar setoran. Di lapangan-lapangan luas orang-orang sepakat berteriak-teriak bareng-bareng. Cuma teriakannya bukan lagi, <em>“MERDEKA! MERDEKA” </em>… tapi <em>“BUBARKAN PEMERINTAH!”</em>. Anak-anak mudanya gak lagi pada klimis-klimis, karena nyaris semuanya sudah kesirep tren rambut korea yang bikin kepala kayak pasar kaget. <span id="more-577"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pokoknya, membandingkan 1928 dengan 2011 betul-betul kayak bumi dan langit. Semangat Sumpah Pemuda yang puluhan tahun lalu bergaung nyaring, sekarang berubah ujud menjadi Sumpah Serapah Pemuda yang menyumpahi anggota-anggota DPR kita yang hobbinya molor di ruang sidang. Tapi bersyukurnya, itu membuktikan kalau spirit murni perjuangan pemuda kita masih tetap langgeng dan lestari. Hanya casingnya aja yang berubah drastis. Tapi tujuan akhirnya tetap awet, yakni membuat Bangsa kita tercinta ini bisa makin rindang dan sejahtera.</p>
<h3 style="text-align: justify;">From Sumpah Pemuda to the Captain America</h3>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/captain.jpg" alt="" width="250" height="383" />Uniknya, hari ini saya bukannya terngiang-ngiang dengan perjuangan pemuda-pemuda Indonesia tempoe doeloe. Yang terlintas dalam pikirannya saya malah sebuah film yang bulan lalu sempat nongkrong di bioskop. Film yang berkisah soal pemuda ceking yang ngotot mau ikutan berjuang, tapi terus-terusan ditolak oleh negaranya sendiri. Sampai akhirnya si pemuda ini bisa berakhir menjadi jagoan super keren dengan tameng yang gagah. Ya itulah dia, &#8230;.. film Captain America.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau Anda bukan penikmat film-film model begini, kontan Anda pasti ogah nonton film Captain America ini. Lha, jelas-jelas ceritanya diangkat dari tokoh komik super hero yang segmen konsumennya sudah jelas adalah anak-anak usia tanggung. Jagoannyapun beraksi dengan kostum warna-warni genjreng dengan musuh kagak lumrah bermuka tengkorak.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kalau Anda ingin tahu, sesungguhnya dunia per-komik-an Amerika sudah jauh bergeser dari pakem aslinya. Dulunya, komik-komik Amerika masih bertutur dengan gaya yang sederhana dan lugas. Cukup baca satu eksemplar komik, maka ceritanya pasti sudah tamat. Tokohnyapun jelas mana yang jahat mana yang baik, dan alur kisahnya sederhana sekali. Makanya anak-anak TK pun gak akan puyeng membacanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bedanya dengan era komik modern Amerika sekarang, plot dan penokohan komik semakin ruwet. Ceritanyapun bisa saling kait berkait, sehingga butuh komik berseri-seri untuk bisa menyelesaikan sebuah skenario. Jadinya, komik masa kini tidak lagi bisa dikonsumsi dengan mudah oleh anak-anak. Bahkan, beberapa tokoh komik legendaris Amerika pada awalnya diciptakan sebagai bentuk simbol patritosme bangsa Amerika. Tidak terkecuali Captain America ini.</p>
<h3 style="text-align: justify;">The birth of the Captain</h3>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright" src="/images/cap1.jpg" alt="" width="250" height="337" />Kalau tahun 1928 para pemuda-pemudi kita kompakan mengetik selembar naskah Sumpah Pemuda sebagai ekspresi darah mendidih perjuangan mereka. Maka di Amerika, pemudanya tidak cuma mengetik naskah saja, tapi sekaligus mencoret-coret kertasnya dengan gambar warna-warni. Jadilah tahun 1941 lahir sesosok tokoh keren Captain America dalam komik terbitan Marvel Comic. Adalah dua orang pemuda; Joe Simon dan Jack Kirby yang menggagas ide tokoh komik ini, sebagai pernyataan rasa patriotisme mereka dikala tahun itu Amerika tengah pusing-pusingnya terlibat perang dunia kedua melawan rezim Hitler. Sejak saat itulah tokoh Captain America menjadi salah satu idola anak-anak di negeri Paman Sam.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah jadinya di Amerika sana bukan cuma guru sejarah dan para politikus saja yang bersusah payah mengajari generasi mudanya untuk memiliki jiwa patriotisme. Bahkan para komikus-komikus saja ikut-ikutan peras keringat untuk bisa mendidihkan darah perjuangan generasi muda Amerika. Itulah kenapa di era itu komik-komiknya banyak sekali bercerita soal perjuangan tokoh-tokoh superhero yang menumpas tentara-tentara musuh yang digambarkan sebagai penjahat-penjahat yang ingin menguasai dunia dengan kejahatan.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Captain America the movie</h3>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/cap2.jpg" alt="" width="250" height="205" />Setelah berkali-kali Hollywood berusaha mengangkat kisah Captain America ini ke layar lebar, maka di tahun 2011 ini akhirnya rumah produksi Marvel Studio dengan bangga mempersembahkan film Captain America yang betul-betul matang. Maklumlah, soalnya film-film Captain America sebelum-sebelumnya masih dibikin dengan setengah hati, setengah dana, dan setengah canggih. Bahkan saking kurang modalnya, sampai-sampai pernah ada besutan film Captain America yang kostum topeng kepalanya terbuat dari potongan helm motor &#8230;. Tapi jelas kali ini Hollywood tidak mau setengah-setengah menggarap film Captain America. Apalagi rumah produksi Marvel sudah punya pengalaman dan teknologi yang lebih dari cukup untuk bisa mewujudkan tokoh super hero manapun di buku komiknya. Dan jadilah film Captain America bergulir dengan sukses di layar-layar tancep box office dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Plot ceritanya juga masih mempertahankan pakem aslinya, di seting tahun 1940-an saat Amerika terhisap perang dunia kedua.  Berkisah tentang seorang pemuda kurus sakit-sakitan Steve Rogers yang berkali-kali berusaha melamar jadi tentara, tapi lagi-lagi ditolak karena tidak memenuhi syarat. Lantas suatu hari, seorang jenius yang bernama Profesor Abraham Erskine kebetulan mengendus ketelatenan si Steve Rogers ini. Dan berkat si Profesor inilah, Steve memperoleh kesempatan langka menjadi kelinci percobaan ilmiah sebuah proyek rahasia pemerintah Amerika. Dalam percobaan ini Steve disuntik serum yang membuat dirinya menjadi tentara gatotkaca versi Amerika yang tangguh dan kemudian punya julukan Captain America. Ceritapun berlanjut dengan sepak terjang Captain America menumpas komplotan jahat rezim Nazi : Hydra, yang diotaki oleh Red Skull.</p>
<h3 style="text-align: justify;">The Big Point</h3>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright" src="/images/steve.jpg" alt="" width="210" height="220" />Dari durasi 100 menitan kita disuguhi aksi-aksi jotos Captain America, saya merasa ada semangat Sumpah Pemuda tergores di rol film itu di menit ke 10 sampai menit ke 20. Salah satunya adalah adegan dimana Prof. Erskine menyatakan alasan kenapa dia memilih Steve Rogers untuk menjadi kandidat Captain America. Saat membolak-balik data formulir riwayat Steve Rogers, si Profesor berkata dengan bijak, “<em>Bukan isi formulir ini yang menarik perhatianku. Tapi “Berapa kali” engkau telah mencoba mendaftar menjadi tentara itulah yang membuatku tertarik!” </em>Dari situlah si Profesor paham bahwa si Steve ini walaupun sudah dinyatakan tidak lulus jadi tentara berkali-kali, tapi masih saja bersemangat untuk mencoba dan mencoba lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Adegan lain yang saya suka adalah pas ada granat bohong-bohongan yang dilempar ke tengah pasukan Steve Rogers. Begitu granat itu mendarat di tanah, kontan semua orang kocar-kacir mencari perlindungan walaupun kecil kemungkinan bisa selamat. Tapi, Steve Rogers malah meloncat dan menutupi granat itu dengan tubuhnya sambil berteriak pada rekan-rekannya, <em>“Cepat lari dari sini, selamatkan diri kalian!”</em> Maka tidaklah mengherankan kalau ujung-ujungnya Steve-lah yang terpilih menjadi Captain America, karena dianggap memiliki darah kepahlawanan sejati. Bukan sekedar punya badan gede dan otot kawat.</p>
<p style="text-align: justify;">Setujukah Anda, kalau Steve Rogers adalah simbol dari citra pemuda dambaan semua bangsa? Setiap negara manapun pasti bangga kalau bisa punya pemuda seperti itu. Pemuda yang memiliki otot juang dan spiritualitas pengorbanan yang tinggi. Pemuda yang bukan bisanya cuma berkoar-koar dan adu keren saja. Dan inilah yang makin langka kita temui pada generasi muda kita sekarang. Era digital membuat segalanya menjadi lebih instant. Dua dekade sebelumnya, untuk membuat tugas makalah sederhana aja bisa bikin jari kita bengkak-bengkak karena harus pencet-pencet mesin ketik yang tutsnya berat-berat. Berlembar-lembar kertas musti kita korbankan kalau ada salah ketik. Belum lagi harus bolak-balik perpustakaan mencari-cari bahan. Bayangkan betapa jaman itu otot juang pemuda-pemuda kita dilatih dengan segala kesusahan yang serba manual.</p>
<p style="text-align: justify;">Cobalah tengok sekarang ini. Saking terbuai dengan kemudahan digital yang serba murah, banyak pemuda kita dilatih untuk menjadi pribadi yang lembek dan lemot. Sedikit saja dapat kesusahan, langsung menggelepar-gelepar. Jadinya makin lama pemuda-pemuda ala Steve Rogers sudah makin punah dan langka. Karena itu, semoga dengan puing-puing semangat sumpah pemuda yang masih tersisa di era milenium ini, kita bisa bangkit dan merebut kembali hak-hak kepemudaan kita. Hak untuk tidak mudah menyerah. Hak untuk menjadi pribadi yang idealis dan visioner. Hak untuk belajar dari kesalahan-kesalahan kita sendiri. Di Amerika boleh saja ada yang namanya Captain America, tapi siapa tahu kelak di bumi pertiwi bakal muncul pemuda Kapten Indonesia &#8230;. yang tampil gagah dengan tameng Pancasila-nya &#8230;. memberantas segala ketidakpedulian dan kemaksiatan Bangsa ini. Atau paling tidak &#8230;.. yah siapa tahu ada yang mau membuatkan komiknya dahulu &#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Salut buat Captain America &#8230;..</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2011/10/28/captain-america-in-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Horcrux</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2011/10/20/horcrux/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2011/10/20/horcrux/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 18:56:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[Horcrux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat masa-masa kegelapan dunia perbioskopan kita?
Waktu itu selama berbulan-bulan, jaringan bioskop kita tiba-tiba mogok memutar film-film hollywood. Konon, urusan gono-gini perpajakannya lagi mandek di pemerintahan. Sehingga buat sementara kita harus cukup puas nonton film-film signature Indo dengan aktor beken kuntilanak, pocong, genderowo dan saudara-saudaranya.
Tapi itu tidak berlangsung lama. Akhirnya, masa rehat film-film hollywood berakhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Masih ingat masa-masa kegelapan dunia perbioskopan kita?</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu selama berbulan-bulan, jaringan bioskop kita tiba-tiba mogok memutar film-film hollywood. Konon, urusan gono-gini perpajakannya lagi mandek di pemerintahan. Sehingga buat sementara kita harus cukup puas nonton film-film signature Indo dengan aktor beken kuntilanak, pocong, genderowo dan saudara-saudaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi itu tidak berlangsung lama. Akhirnya, masa rehat film-film hollywood berakhir juga. Para penggila film-film bule bersorak-sorak lagi begitu tahu poster-poster film box office kembali dipantek dipapan depan bioskop kita. Dan sebagai menu pembukanya, tidak tanggung-tanggung, jaringan teater Indonesia memilih film yang menggelegar di dunia : Harry Potter episode Pamungkas.<span id="more-540"></span></p>
<h3 style="text-align: justify;">Horcrux oh horcrux</h3>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/horcruxbig.jpg" alt="" width="225" height="333" />Sayapun memang sudah geregetan sejak lama menunggu kapan film Harry Potter tuntas. Selama bertahun-tahun saya rasanya diseret-seret menyaksikan Voldemort yang alot banget tidak bisa ditaklukan siapapun. Bahkan sesepuh Hogwarts yang super sakti saja &#8211; Dumbledore, sampai harus mengorbankan nyawanya demi membantu Harry Potter membasmi si penyihir maksiat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa Voldemort susah dijinakkan? Dengan brilliannya, J.K Rowling sang penulis kisah asli Harry Potter menciptakan istilah HORCRUX, yakni semacam jimat yang jumlahnya lebih dari satu dan dipakai oleh Voldemort untuk “menitipkan” jiwanya di situ. Rupa-rupanya sejak episode-episode awal film Harry Potter, horcrux ini sudah muncul dan menjadi dalang di balik segala keruwetan yang dialami Harry Potter. Karena itulah, Harry Potter bersama dengan suporter-suporternya berusaha melacak keberadaan horcrux-horcrux ini. Dengan memusnahkan horcrux ini satu persatu maka serpihan jiwa Voldemortpun jadi ikut sirna dan membuat kekuatan Voldemort makin menyusut. Dalam serinya yang terakhir ini, Harry Potter berusaha mati-matian untuk menghancurkan horcrux terakhir Voldemort yang tidak lain ternyata adalah ular peliharaan si penyhir jahat itu. <em>So, that’s it</em> ….. saat ular itu sukses ditebas, maka Harry Potterpun akhirnya bisa memenangkan duel dengan Voldemort. Dan sesuai pakem cerita anak-anak seantero dunia, maka filmnyapun berakhir <em>happily ever after</em>.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Horcrux, the reality of our life</h3>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright" src="/images/Voldemort.jpg" alt="" width="225" height="323" />Saya acungkan dua jempol saya tinggi-tinggi buat ide J.K Rowling soal horcrux ini. Tanpa kita sadari, balutan cerita Harry Potter di seputar dunia sihir ini sesungguhnya adalah sindiran besar J.K Rowling buat kita semua. Di jaman edan yang serba “materialistik” sekarang ini, rupanya-rupanya kita semua akan digoda habis-habisan untuk menciptakan horcrux-horcrux kita sendiri. Pendek kita, kita adalah voldemort-voldemort sungguhan di dunia nyata ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau tidak percaya, lihat saja bagaimana seorang remaja yang uring-uringan dan bad mood selama berminggu-minggu begitu kehilangan BB-nya. Ada juga seorang bapak yang jadi kasar seharian pada anak dan istrinya begitu tahu mobilnya lecet. Yang rada ekstrim juga ada, saat seorang ibu mencoba bunuh diri saat mengetahui rumahnya habis terbakar. Jadi, bukan hal aneh lagi kalau sekarang ini kita melihat bagaimana kekuatan mental spiritual seseorang bisa surut begitu benda kesayangannya hancur. Seolah kita semua sudah menitipkan serpihan jiwa kita pada benda-benda kesayangan kita. Hmmm …. Apa bedanya dengan horcrux-nya voldemort?</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau Anda ogah dengan istilah horcrux yang kesannya <em>childish</em> dan tidak intelek, silakan Anda mengintip buku klasik <em><strong>7 Habits of Highly Effective People</strong></em> yang ditulis Stephen Covey sang maestro motivator dunia. Di situ jelas-jelas Covey mengatakan bahwa manusia secara salah kaprah seringkali memusatkan kebahagiaan hidupnya pada hal-hal eksternal secara berlebihan. Bahkan agak sedikit ekstrim, Covey mengatakan kalau pusat hidup Anda ada pada pasangan Andapun sudah termasuk salah kaprah. Jika Anda dengan jiwa romantis yang menggebu-gebu mengatakan pada pasangan Anda,<em>”Kaulah hidupku”</em>, maka artinya kalau pasangan Anda lenyap….. berarti Anda tidak hidup lagi??</p>
<p style="text-align: justify;">Waspadailah horcrux-hocrus yang Anda ciptakan. Hati-hatilah saat Anda mulai memusatkan kebahagiaan Anda pada karir Anda, pada tumpukan deposito dan saham-saham Anda, pada orang-orang di sekitar Anda, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Stephen Covey tidak bermaksud untuk membuat kita jadi makhluk egois yang memusatkan kebahagiaan pada diri sendiri. Tapi justru dengan menyadari horcrux-horcrux yang kita miliki, kita jadi punya kekuatan untuk tetap kokoh manakala horcrux-horcrux kita hilang atau hancur. Mood kita boleh saja sementara terganggu waktu benda-benda dan orang-orang yang kita sayangi hilang dari kehidupan kita. Tapi kejadian itu tidak akan melemahkan jiwa kita selamanya. Saat kekuatan internal kita terbangun, maka dengan mudah kita akan bangkit lagi dari segala keterpurukan yang kita alami. Dengan tegas kita jadi bisa berkata pada diri sendiri, <em>“Saya memang terpukul dengan kehilangan ini. Tapi life must go on &#8230;.. saatnya saya harus bangkit dan mensyukuri hikmah dari kejadian ini.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">So, Hp Anda boleh hilang, Ipad Anda boleh rusak, Pacar Anda boleh tahu-tahu kabur dengan cowok lain, mobil Anda ringsek dan sebagainya …. tapi berhubung mereka bukanlah horcrux-horcrux Anda, maka tidak ada alasan bagi Anda unuk jadi lemas selamanya, bukan?</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Thank you Voldemort for the lesson ….</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2011/10/20/horcrux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy like Shrek!</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/happy-like-shrek/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/happy-like-shrek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 08:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[Happy Shrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Berapa kali Anda mendengar orang-orang curhat kayak gini; “Coba seandainya saja hidupku gak seperti ini, aku pasti merasa bisa lebih bahagia”. Atau jangan-jangan Anda sendiri yang sering dalam hati berkeluh, ”Kenapa ya hidupku cuma begini-begini aja”. Kalau memang begitu, gak ada salahnya kalau Anda meluangkan waktu untuk ngantri nonton film Shrek terbaru yang sekarang ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/shrek2.jpg" alt="" width="250" height="371" />Berapa kali Anda mendengar orang-orang curhat kayak gini; <em>“Coba seandainya saja hidupku gak seperti ini, aku pasti merasa bisa lebih bahagia</em>”. Atau jangan-jangan Anda sendiri yang sering dalam hati berkeluh, <em>”Kenapa ya hidupku cuma begini-begini aja”</em>. Kalau memang begitu, gak ada salahnya kalau Anda meluangkan waktu untuk ngantri nonton film Shrek terbaru yang sekarang ini sedang diputar di bioskop. Apalagi kalau Anda termasuk fans berat tokoh monster gempal yang satu ini, dan mengikuti seluruh jilid filmnya, dijamin Anda akan lebih bisa memahami alur kisahnya dan lebih tercubit dengan semprotan inspirasinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri tidak menyangka kalau film Shrek kali ini punya muatan filosofis yang lebih dalam ketimbang jilid-jilid sebelumnya. Hebatnya, film ini berhasil membungkus sebuah nasihat sederhana dengan tuturan dongeng yang bagus sehingga nasihat sederhana itu bisa menampar kita dengan telak.<span id="more-508"></span></p>
<h3 style="text-align: justify;">The Story in brief</h3>
<p style="text-align: justify;">Kisahnya, Shrek si monster baik hati bertelinga lucu ini sudah menutup masa-masa petualangan liarnya dengan menikahi Fiona, putri raja negeri Far Far A Way. Setelah berbuntut tiga orang anak yang lucu-lucu, Shrek mulai terhisap dalam rutinitas kehidupan rumah tangga yang begitu-begitu saja. Tidak ada lagi perjalanan penuh tantangan dan pertarungan seru melawan musuh-musuh yang aneh. Paling banter, tiap hari tantangannya cuma membetulkan genteng atau selang toilet yang mampet. Hari-hari bebasnyapun berganti dengan tanggungjawab harian mengurusi anak dan meladeni tetangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Saking bosannya, Shrek mulai merasa tidak bahagia lagi. Sampai suatu ketika ia dipergoki penyihir culas Rumpelstiltskin, yang selalu mencari mangsa orang-orang yang sedang bermasalah. Rumpelstiltskin ini mengiming-imingi Shrek untuk bisa menikmati lagi masa kebebasannya asalkan Shrek bersedia menyerahkan satu hari pada masa lalunya untuk dimiliki penyihir itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka transaksipun terjadi. Shrekpun masuk ke kehidupan yang dipilihnya, dimana dia bisa bebas melakukan apapun. Awalnya Shrek memang bergelimang rasa bahagia luar biasa, karena tak seorangpun bisa menuntutnya untuk melakukan rutinitas apapun. Tapi konsekuensinya, dalam kehidupan barunya ini, baik Fiona istrinya, Donkey sahabatnya, Pinokio dan semua sahabat-sahabatnya tidak mengenal Shrek sama sekali. Sadarlah Shrek, bahwa hanya untuk mencecapi kebahagiaan semunya itu, ia harus kehilangan orang-orang yang disayanginya. Sampai suatu saat, di dasar kesedihannya ia berkata, <strong><em>“I don’t realize it, untill I lost it”</em></strong> . Maka dengan segenap tenaga dan hatinya, Shrek berusaha untuk bisa menarik kembali permintaannya, dan membatalkan transaksi sihirnya itu.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Open your eyes for this moment’s happiness</h3>
<p style="text-align: justify;">Waktu Anda kuliah, anda membathin <em>“Saya belum bahagia kalau belum lulus jadi sarjana”</em>. Begitu Anda jadi sarjana, bathin Anda bergumam <em>“Saya belum bahagia kalau belum bisa dapat diterima kerja”</em>. Begitu diterima kerja, lain lagi keluhan bathin Anda, “<em>Saya belum bahagia kalau gajinya cuma segini-segini aja”</em>. Dan berderet-deret lagi syarat kebahagiaan Anda. Lha kalau begitu terus, kapan Anda akan sungguh-sungguh merasa komplit dan utuh untuk menikmati hidup Anda?</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah paradigma para pengejar kebahagiaan, yang menganggap bahagia itu harus dikejar dan dicapai. Selama belum tercapai, jadinya Anda merasa belum berhak merasa bahagia. Dan kalaupun Anda berhasil mencapai target Anda, paling-paling Anda cuma merasa bahagia sebentar, lalu berlanjut lagi dengan set up target berikutnya, dan mengosongkan kantong kebahagiaan Anda lagi. Maka kebahagiaan Anda bisa dihitung dengan jari donk seumur hidup Anda. Boleh-boleh saja sih Anda menjadi pengikut setia para motivator yang gemar berteriak, <em>“Jangan cepat puas! Kejar targetmu terus!”</em>. Tapi, Saya lebih senang memodifikasi nasihat itu menjadi : <strong><em>“Pasang targetmu, dan bahagialah setiap saat selama masa pengejaranmu!”</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/happy.jpg" alt="" width="250" height="157" />Kalau Anda mau merasa bahagia setiap hari, ubahlah sedikit status Anda menjadi <strong>“Perasa kebahagiaan”</strong>, dan bukan lagi sebagai<strong> “Pengejar Kebahagiaan”</strong>.  Karena itulah arahkan sorot mata hati Anda kepada detik dan momen sekarang ini, dan temukanlah sejuta alasan kenapa Anda pantas merasakan kebahagiaan. Jadikanlah sesuatu yang kesannya biasa-biasa  saja dan yang tidak patut disyukuri &#8211; menjadi suatu berkat dan anugerah besar yang bisa Anda rasakan kelimpahannya di saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Alhamdulilah, enaknya bisa merasakan nikmat nasi putih dan ikan asin ini. Coba kalau lagi sariawan, makanan seenak apapun ya bakalan perih di bibir”.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Hmmm, jari tanganku masih sepuluh! Coba kalau hilang satu saja gara-gara kecelakaan. Pasti hidupku rasanya kayak di neraka! Syukur masih lengkap ya”.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Wah, air mandinya segerrr banget. Tadi aku baca artikel ada orang yang alergi karena air, kesentuh air sedikit aja langsung badannya iritasi. Terima Kasih Tuhan masih memberi saya kulit normal begini”.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan menunggu sesuatu direnggut dari Anda, dan baru Anda sadar betapa berharganya sesuatu itu dalam hidup Anda. Hargai sesuatu itu sekarang, dan cerapi kebahagiaannya. Jangan bisanya cuma memarahi anak Anda – tapi begitu anak Anda diambil oleh Tuhan, Anda malah menangis sejadi-jadinya menyesali kehilangannya. Kalau begitu sih gak beda jauh dengan sikap anak kecil, yang ketika punya mainan malah dicuekin dan dibiarkan tergeletak. Tapi begitu mainannya itu diambil oleh orang lain malah berteriak-teriak histeris sejadi-jadinya. Makanya, apapun karunia yang ada dalam kehidupan Anda sekecil apapun tampaknya, berbahagialah sebesar-besarnya!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Happiness is here and now, not IF.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/happy-like-shrek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Innovate like Shrek!</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/innovate-like-shrek/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/innovate-like-shrek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 07:51:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[Innovating Shrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Penonton Indonesia dibikin tergelak-gelak lagi oleh lakon buto ijo yang satu ini, SHREK dan kawan-kawannya, di besutan film seri ke empatnya, Shrek the Final Chapter. Muncul tepat di ambang musim ujian sekolah, tampaknya Shrek bisa dijadikan cemilan ringan yang bisa membuat anak-anak kita rada terhibur sebelum mereka masuk arena pembantaian ujian di bulan Mei ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/shrek1.jpg" alt="" width="300" height="225" />Penonton Indonesia dibikin tergelak-gelak lagi oleh lakon buto ijo yang satu ini, SHREK dan kawan-kawannya, di besutan film seri ke empatnya, Shrek the Final Chapter. Muncul tepat di ambang musim ujian sekolah, tampaknya Shrek bisa dijadikan cemilan ringan yang bisa membuat anak-anak kita rada terhibur sebelum mereka masuk arena pembantaian ujian di bulan Mei ini. Para pembesar di rumah produksi Dreamworks rupanya tidak mau kalah, dan mempersenjatai film Shrek ke empat ini dengan tampilan 3D yang memang sudah digandrungi jutaan penonton bioskop. Belakangan ini memang muncul imej, kalau sebuah film sampai dibalut dengan teknologi 3D – pastilah itu film jawara andalan. Ya memang jelas sekali film Shrek pantas dibuat dengan kemewahan tampilan 3D, karena jasa Shrek sudah begitu besarnya buat para boss di pabrikan film Dreamworks. Sejarah pernah mencatat, ketika film Shrek jilid pertama merengsek masuk pasaran bursa film animasi CGI dunia, orang-orang begitu kesengsemnya dengan Shrek sampai-sampai suhu film animasi dunia macam Pixar dan Disneypun harus legowo mengakui posisi Shrek di papan rating box office. Koq bisa? Apa resepnya?<span id="more-504"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sederhana saja : pemutarbalikkan pakem!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak awal ide cerita Shrek digagas oleh penulis William Steig, memang tujuan mulianya cuma satu yaitu menawarkan kepada para audience sebuah kisah dongeng yang lebih posmo, unik, dan unforgetable. Dengan lihainya  ide cerita film Shrek ini menantang budaya dongeng ala Walt Disney dan H.C Anderson yang biasanya dicicipi orang-orang. Kalau di cerita-cerita dongeng klasik, selalu Pangeran Tampan, Putri cantik dan Ibu Perilah yang punya takhta pesona tertinggi sebagai lakon jagoannya &#8211; sementara naga penyembur api atau monster penunggu hutan kerap dapat bagian peran jahat. Nah, di alur cerita Shrek, kita diajak untuk melihat kemungkinan lain, “Bagaimana seandainya Monster Hutan itu dijadikan lakon utama, sementara Pangeran Tampanlah yang jadi biang keladi kekacauan karena tingkahnya yang sok ganteng dan gila kekuasaan?”</p>
<p style="text-align: justify;">Dan bim sa la bim, Film Shrek mengguncang bioskop sejagat. Dan orang-orang tiba-tiba jadi jatuh cinta dengan sosok “tidak ganteng, tidak rapi, tidak harum, tidak intelek” dari si SHREK, sang monster ogre berkulit hijau.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Jaman sudah berubah, bung!</h3>
<p style="text-align: justify;">Masih rada hangat dalam ingatan kita, ketika dunia menyorot serunya pemilihan presiden Amerika, dan Obama mencuat jadi orang nomor satu di negeri adi daya itu. Untuk pertama kalinya Amerika menoreh sejarah seorang kulit hitam bisa naik takhta jadi Presiden, dan jelas-jelas itu adalah fenomena nyeleneh di luar “pakem” tradisi panjang budaya Amerika dimana bule kulit putihlah yang biasanya lebih dilirik mayoritas untuk didaulat jadi Presiden. Lha wong biasanya, orang-orang negro di sana selalu diasosiasikan dengan kasta tersingkir dan dianggap cuma jago nyanyi dan nge-rap doank. Naga-naganya, dunia ini sudah terjangkit virus perubahan radikal, dimana orang-orang sudah saking “bosan”nya dengan pakem-pakem standard yang ada, dan mulai mencari-cari variasi yang menyegarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia juga tidak terkecuali. Begitu jenuhnya kita melihat acara sinetron, berita, talkshow atau infotainment yang bertaburan cowok-cowok macho dan cewek-cewek mulus. Dan ketika seorang “nobody” bernama Tukul masuk panggung pentas televisi lewat acara Empat Matanya, kontan acara itu jadi primadona dan menembus rating yang tinggi. Bayangkan saja kalau Obama atau Tukul memutuskan untuk maju ke depan mata publik 10 atau 20 tahun yang lalu, apa mungkin penerimaan orang akan sama ya? Who knows?</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke soal film, kita juga pernah terperangah 15 tahun yang lalu, saat film Jurrasic  Park dirilis. Orang-orang takjub dengan keajaiban teknologi CGI yang bisa mewujudkan apapun efek yang diinginkan skenario film. Efek kaku penampilan dinosaurus yang biasanya dikerjakan dengan animatronik, kostum karet, atau stop motion sekarang digantikan dengan animasi digital yang begitu realistisnya sampai-sampai penonton geleng-geleng kepala saking terpukaunya melihat dinosaurus yang begitu hidup di film Jurrasic Park hasil godokan sineas kesohor Steven Spielberg.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, di tahun-tahun belakangan ini, orang tidak lagi terpana melihat kecanggihan olahan teknologi CGI, alias sudah mulai terbiasa. Coba perhatikan saja, dalam setahun bisa puluhan film diramu dengan efek digital canggih, sehingga tidak lagi menjadi sesuatu yang luar biasa. Justru begitu ada sineas yang nekad menantang pakem budaya efek digital, filmnya jadi mudah dilirik orang dan menarik atensi publik. Contoh gampangnya adalah film Supranatural, yang modalnya cuma handycam,  memakai setting kamar tidur sepanjang film, dan pemainnyapun antah berantah bukan aktor populer – eh, malah bisa menembus angka box office lumayan tinggi.</p>
<h3 style="text-align: justify;">It’s time to make things different</h3>
<p style="text-align: justify;">Jamannya sudah pas untuk mencoba resep-resep dan kiat-kiat baru dalam segala segi kehidupan kita. Yang jadi soal cuma masalah keberanian dan kemauan kita saja. Audiencenya sudah siap dan menanti-nanti Anda untuk berani tampil beda, kalau perlu sedikit keluar jalur pakem biasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di rumah ataupun di kantor, sah-sah saja bila Anda mau mencoba-coba gaya dan akifitas baru yang bisa menyenggol kebiasaan  lama yang sudah jadi tradisi di situ. Anak, pasangan, bawahan, rekan kerja, konsumen ataupun murid/mahasiswa Anda butuh juga kejutan-kejutan di luar budaya dan rutinitas yang Ada. Mereka bisa jadi selama ini sudah jenuh dengan gaya serta tampilan Anda yang itu-itu aja, dan menunggu-nunggu kapan waktunya Anda bisa membuat suasana jadi lebih segar. Kalau pemimpin yang ja’im, guru galak, atau orangtua kaku sih sudah  banyak bergentayangan dimana-mana. Sekaranglah saatnya Anda &#8230;. berubah! Dan sekali Anda merombak imej Anda dan melangkah sedikit saja keluar dari zona nyaman Anda, serta berani mengambil resiko ….. mungkin hasilnya bisa mengejutkan Anda sendiri. Mumpung ini adalah jaman dimana orang ganteng dan cantik belum tentu jadi pilihan, jaman dimana IQ dan titel sarjana belum tentu jadi jaminan, jaman dimana produk mahal belum tentu menjamin mutu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Ini jamannya inovasi. Berani bergabung?</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/innovate-like-shrek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Avatar</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/12/24/avatar/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/12/24/avatar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 02:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[Avatar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Apa jadinya kalau sutradara kelas kakap punya dua obsesi dalam waktu bersamaan: pelestarian lingkungan dan pelestarian film heboh? Jawabannya adalah : film menggemparkan AVATAR, yang bulan Desember ini sedang santer-santernya bikin bioskop antri. Film ini sempat bikin awam rada linglung karena banyak yang tadinya berpikir film ini diangkat dari serial kartun “avatar” yang banyak digandrungi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/avatar1.jpg" alt="" width="225" height="288" />Apa jadinya kalau sutradara kelas kakap punya dua obsesi dalam waktu bersamaan: pelestarian lingkungan dan pelestarian film heboh? Jawabannya adalah : film menggemparkan AVATAR, yang bulan Desember ini sedang santer-santernya bikin bioskop antri. Film ini sempat bikin awam rada linglung karena banyak yang tadinya berpikir film ini diangkat dari serial kartun “avatar” yang banyak digandrungi anak-anak Indonesia. Nyatanya Avatar yang satu ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan film kartun itu, tapi cuma judulnya saja yang kebetulan mirip.</p>
<p style="text-align: justify;">Avatar memang dinobatkan menjadi film yang paling ditunggu-tunggu tahun 2009 ini, karena dianggap sebagai film yang paling ambisius dan digarap super serius. Bayangkan saja, bujet yang musti dikuras demi mewujudkan film ini mencapai 400 juta dollar – konon dianggap film paling mahal tercatat dalam sejarah hingga tahun ini. Kalau bukan James Cameron yang jadi dalang film ini, mungkin tidak ada satupun rumah produksi Hollywod yang iklas patungan menggodok film ini. Ya, siapa sih yang tidak kenal James Cameron? Dialah dedengkot yang berada di balik film-film pengeruk duit macam Terminator, Aliens, True Lies, The Abyss dan Titanic. Dan setelah absen lama dari panggung film hollywod cukup lama, akhirnya Sang Maestro kembali lagi bikin gemuruh lewat film AVATAR-nya itu.<span id="more-495"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kelihatannya, pertaruhan 20<sup>th</sup> Century Fox mencukongi film ini tidak bakal sia-sia. Di Minggu awal pemutaraannya saja, pundi-pundi emas penghasilannya saja sudah meraih angka 700 juta dollaran. Ditambah lagi dengan adanya rumor kalau film ini bakal sukses dilirik masuk dalam nominasi Oscar tahun depan. So pasti, nama James Cameron bakal semakin sakti saja di panggung persilatan film dunia</p>
<h3 style="text-align: justify;">It’s Cameron’s Personal Passion</h3>
<p style="text-align: justify;">Sejak sukses dengan film The Abyss dan Titanic, tampaknya James Cameron mendapatkan wangsit baru untuk jadi pecinta lingkungan sejati. Buktinya, ia tiba-tiba lengser dari hiruk pikuk film action dan picisan Hollywood, kemudian menekuni hobby barunya menggarap film-film berbau dokumenter lingkungan. Dewi Bumi rupanya benar-benar sudah merasuki jiwa Cameron, sampai-sampai sekembalinya ke ajang film komersilpun ia tidak mau melepaskan panggilan nuraninya untuk menghembuskan pesan-pesan moral kelestarian lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Filmnya sendiri berkisah di seputar sepak terjang seorang kopral bernama <strong>Jake Sully</strong>, yang kakinya cacat dan ditawari untuk membantu proses diplomasi dengan komunitas alien penghuni planet Pandora. Tujuan diplomasinyaadalah supaya suku native primitif ini bersedia untuk direlokasi, karena tanah tempat mereka tinggal akan ditambang untuk mendapatkan sumber energi <strong>unobtanium</strong> yang sangat dibutuhkan untuk melangsungkan kehidupan di bumi yang kisahnya tengah mengalami krisis energi akibat ulah manusia yang terlampau serakah menggerogoti kelestarian alam di bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Berhubung udara planet sangat berbahaya bagi manusia, maka tim ilmuwan telah merekayasa unit-unit biologis yang mirip alien itu dan bisa ditunggangi oleh kesadaran manusia “pengendaranya”  &#8211; yang diberi julukan avatar. Caranya adalah, orang-orang yang telah terpilih dan sudah disinkronkan gelombang otak dan sarafnya akan didownload kesadarannya ke dalam avatarnya selama orangnya berada dalam tabung tidur. Nah, Jake Sully bersama dengan beberapa gelintir ilmuwan itulah yang ditugaskan mengendarai tubuh avatar ini supaya bisa melakukan riset alam sekaligus mempelajari budaya suku native di planet Pandora tersebut – yang ujudnya sangat bongsor, berkulit kebiruan, memiliki ekor dan mata besar seperti kucing.</p>
<p style="text-align: justify;">Alkisah, Avatar Jake Sully kemudian diterima oleh suku native itu, bahkan bisa menjalin kasih dengan <strong>Neytiri</strong> – gadis primitif planet Pandora. Dan saking lamanya Jake Sully menyelami filosofi dan budaya suku Pandora yang sangat menjunjung tinggi keseimbangan alam dan energi planetnya – malah membuat Jake berempati dan membela habis-habisan komunitas Pandora dalam menghadapi keserakahan kaum kapitalis dan militer bumi yang punya niat mengacak-ngacak keseimbangan ekologi planet Pandora. Syukurnya, Jake dibantu juga oleh teman-teman buminya yang memiliki visi yang sama. Plot filmnya senada dengan film “Last Samurai”nya Tom Cruise beberapa tahun silam.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Go Green Message</h3>
<p style="text-align: justify;">Maka resmilah film Avatar ini sebagai film iklan layanan masyarakat termahal di jagad ini, mengusung pesan moral yang berusaha menyadarkan kita kalau bumi dan alam seisinya ini sesungguhnya merupakan energy network yang memiliki jiwanya sendiri dan punya kemampuan untuk “memberontak dan membalas” jika manusia kelewat lupa diri membabat kelestarian alamnya demi menggerakkan roda industri dan memuaskan dahaga kaum industrialis.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/avatar2.jpg" alt="" width="225" height="321" />Tapi terlebih lagi, Seandainya saya punya 10 jempol, maka akan saya acungkan semuanya buat James Cameron yang menumpahkan segala energi dan kesabarannya demi merealisasikan panggilan hidupnya dalam film avatar ini. Sejak tahun 1994, sebetulnya ia sudah gregetan pingin membuat film avatar ini. Namun berhubung kala itu teknologi cinematography kita masih pas-pasan, maka Cameron bersedia menunggu 13 tahun sampai perangkat dan software CGI serta teknik film 3 Dimensi Hollywood sudah benar-benar matang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedalam itulah Passion seorang James Cameron. Ia sadar kalau dirinya bukan politikus ataupun pecinta lingkungan yang mahir mengumpulkan massa dan berdemo dimana-mana. Ia juga maklum dirinya bukanlah reporter atau jurnalis yang katam menulis buku dan artikel-artikel ilmiah. Tapi itu tak menghentikannya untuk bisa menyentuh dan mengingatkan kita semua akan pentingnya nilai keseimbangan alam. Lewat talentanya merangkai dongeng, ia berjuang dengan caranya yang khas menggagas film-film yang mudah dicerna dan bisa menginspirasi kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan Anda? Dimana talenta Anda? Sudahkah Anda mencari titik temu antara panggilan hidup, passion dan talenta Anda  sehingga bisa menyuguhkan kontribusi buat orang-orang di sekeliling Anda?</p>
<p style="text-align: justify;">Apapun bakat Anda, selalu ada 1001 macam cara (bahkan lebih) agar Anda bisa meringankan beban hidup orang lain, memberikan inspirasi, dan memperjuangkan nilai-nilai luhur semesta. Ully sigar melantunkan lagu-lagu kecintaan alamnya, GM Sudharta mencoretkan pensilnya membuat karikatur-karikatur kemasyarakatan, Guruh Soekarno Putra mengerahkan penari-penarinya menginspirasi kita, Gus Dur dengan politik ceplas-ceplosnya, Butet dengan monolog-monolog sindirannya, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pilihlah cara Anda sendiri, jadilah diri sendiri, gaungkanlah ke-khas-an Anda untuk menyentuh dan membuat dunia menjadi rumah kita yang lebih indah. Hey … minimal jika Anda sulit menemukan dimana talenta Anda, cukup arahkan mata Anda ke bawah, cari sepotong sampah … dan buang pada tempatnya. Itu sudah lebih dari cukup bisa menginspirasi orang banyak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Songsong 2010 dengan talenta Anda yang lebih bersinar. Selamat Tahun Baru.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/12/24/avatar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>New Moon &#8230; Your love story?</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/12/15/new-moon-your-love-story/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/12/15/new-moon-your-love-story/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 11:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[New Moon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang menyangka kalau film new moon ternyata bisa menggusur pamor film 2012 yang kontroversial itu. Dalam kurun waktu seminggu saja, new moon sudah mengeruk untung setara dengan film-film sekaliber Spiderman dan The Dark Knight. Bahkan hasil penerawangan para dukun-dukun pengamat film box office menyatakan kalau film new moon ini bisa duduk di singgasana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/moon.jpg" alt="" width="225" height="333" />Tidak ada yang menyangka kalau film new moon ternyata bisa menggusur pamor film 2012 yang kontroversial itu. Dalam kurun waktu seminggu saja, new moon sudah mengeruk untung setara dengan film-film sekaliber Spiderman dan The Dark Knight. Bahkan hasil penerawangan para dukun-dukun pengamat film box office menyatakan kalau film new moon ini bisa duduk di singgasana sebagai film terlaris tahun 2009! Padahal menurut catatan gono-gininya, modal untuk menggodok film new moon ini tidak melebihi 40 juta dollar. Stephanie Meyer, sang penulis novel saga kisah kasih vampire itu tentu bakal kecipratan banyak rejeki nomplok berkat sukses trilogi film-filmnya itu. Sehebat apa sih film new moon yang konon banyak digandrungi kaum hawa itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Maka saya pun menyelinap masuk bioskop dan mencicipi film new moon itu. Barulah kemudian saya mengangguk-ngangguk mengerti kenapa film ini begitu bisa bikin banyak cewek-cewek sampai ibu-ibu pada kesengsem. Film ini dengan manisnya menggabungkan balada percintaan ala Rano Karno dan Lidya Kandau, ditambah dengan bumbu taring vamipre dan srigala ‘werewolf’ jadi-jadian. Dan dengan gampangnya film ini bisa memuaskan bapak-bapak yang kepingin menikmati adegan action gebuk-gebukan, memenuhi harapan para penggila scifi yang haus akan special effect, sekaligus bisa bikin senyum ibu-ibu dan gadis-gadis yang bercita-cita menikmati alur percintaan ala telenovela. <span id="more-459"></span>New Moon betul-betul film gado-gado yang gurih dan tidak sulit dicerna. Anda bisa menikmatinya sambil mengunyah popcorn Anda, dan aman bagi Anda yang punya masalah jantung. Kecuali bagi Anda yang tidak suka nonton film-film mistik perpocongan, mungkin film new moon bakal sedikit membuat Anda alergi karena masih setia mengangkat tema vampire dan serigala jadi-jadian.</p>
<h4 style="text-align: justify;">You like it Because You want it</h4>
<p style="text-align: justify;">Di film New Moon, Anda masih bertemu lakon-lakon yang sama dengan film seri pertamanya ‘Twilight’. Ada Edward si vampire ganteng nan menggemaskan yang kasmaran dengan Bella, cewek manis yang rada tomboy. Ada juga Jacob, pemuda cool dan macho keturunan Indian yang ternyata naksir Bella juga &#8211; walaupun kasihnya tidak kesampaian. Kebetulan dikisahkan Jacob punya aji-ajian mengubah dirinya menjadi serigala jejadian yang hobbynya memburu vampire. Lengkaplah sudah cinta segitiga antara Bella, Edward dan Jacob ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kamus psikologi menonton film, saat Anda duduk manis menyaksikan adegan demi adegan film, sesungguhnya otak Anda aktif merasakan seolah Anda berada dalam posisi lakon-lakon yang Anda saksikan &#8211; istilah kerennya adalah proses <strong>“Auto Personifikasi”</strong>. Karena itulah, kita yang hidup di dunia yang serba tidak aman dan penuh ketidakpastian jadi suka sekali dengan tema film new moon ini. Kesetiaan dan kesediaan Edward untuk berkorban demi cintanya adalah dambaan bawah sadar banyak wanita, yang seringkali dalam dunia nyata langka sekali bisa ditemui. Jutaan wanita juga mengharapkan perlindungan hangat dan cinta tulus ala Jacob dalam film ini. Dan bukan cuma itu saja – bagaiman Bella bisa diterima hangat oleh keluarga Edward yang kesannya eksklusif juga seolah menproyeksikan hasrat dalam bawah sadar kita. Bagi Anda yang punya pengalaman cinta tak berbalaspun bisa ikut-ikutan berempati dengan Jacob, membuat bawah sadar Anda bisa sedikit teduh dan nyaman karena bisa berbagi rasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah, walaupun settingnya adalah kota kecil “ndeso” di pelosok Amerika, namun New Moon berlimpah dengan kisah utopia akan cinta, kesetiaan, dan penerimaan. Dan alam bawah sadar sangat-sangat membutuhkan moment dimana kita bisa menyentuh sensasi aman, terlindungi, dan diterima seperti yang dialami oleh Bella. Maka, kitapun iklas saja merogoh kocek kita untuk membeli tiket nonton New Moon demi merasakan sensasi itu, sebelum akhirnya kembali ke dunia nyata kita yang dipenuhi oleh keculasan, ketidaksetiaan, kegetiran dan penolakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah resep bumbu rahasia film New Moon.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan semoga Anda yang menonton film New Moon ini bisa membawa oleh-oleh berharga, yakni sepotong niat untuk bisa juga mewujudkan dahaga orang-orang di sekitar Anda akan cinta yang tulus, perlindungan, dan kesetiaan. Tidak gampang memang, karena menjadi orang yang setia tanpa syarat atau menjadi pelindung yang siap berkorban tentulah butuh bayaran yang tidak murah. Angin dingin kehidupan akan terus menggoyang langkah Anda. Duri tanah dan ular berbisa bakal kerap Anda temui dalam perjalanan Anda membahagiakan pasangan Anda. <em><strong>Love is like surfing on the stormy waves – only the true winner gets trough</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang pasti, untuk mencintai pasangan Anda lebih hangat, tidak perlu Anda jadi vampire dulu, kan? Bukan taring tajam yang Anda butuhkan, melainkan niat yang tajam. So &#8230; make your own new moon love story.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/12/15/new-moon-your-love-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2012 boom!</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/12/01/2012/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/12/01/2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 09:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[2012 betul-betul film nekad
Hollywood begitu kesengsem dengan kontroversi ramalan suhu-suhu suku Maya soal hari kiamat dunia, sampai-sampai filmnya digarap. Dan tidak tanggung-tanggung, sutradara sekaliber Roland Emmerich sendiri yang turun tangan menggodok filmnya. Ia memang sudah kesohor sebagai dalang film khusus cerita-cerita teror massal dan bencana global. Tengok saja film-film besutannya yang sudah meraup box office [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/2012in.jpg" alt="" width="225" height="338" />2012 betul-betul film nekad</p>
<p style="text-align: justify;">Hollywood begitu kesengsem dengan kontroversi ramalan suhu-suhu suku Maya soal hari kiamat dunia, sampai-sampai filmnya digarap. Dan tidak tanggung-tanggung, sutradara sekaliber Roland Emmerich sendiri yang turun tangan menggodok filmnya. Ia memang sudah kesohor sebagai dalang film khusus cerita-cerita teror massal dan bencana global. Tengok saja film-film besutannya yang sudah meraup box office sebelumnya seperti Indepence Day, Godzilla, dan the Day After Tommorow. Jadi, kalau skenario 2012 sampai jatuh ke tangan Emmerich, itu sama saja dengan memasukkan pelor ke pistol yang tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan terbukti, film 2012 mendulang emas di seantero dunia. Lagi-lagi, banyak orang yang geregetan karena gagal berkali-kali nonton 2012 gara-gara kehabisan tiket. Bukan cuma itu saja, di Indonesia, MUI sampai ikut-ikutan sibuk menggedor orang-orang supaya tidak tergoda nonton 2012 karena ide filmnya ditenggarai mencemarkan keyakinan agama. Mandat MUI bukannya menyurutkan orang-orang yang nonton 2012. Justru sebaliknya, semakin dilarang, orang-orang Indonesia malah semakin beringas pingin nonton karena sudah penasaran sampai ke ubun-ubun.<span id="more-447"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tercatat sayapun dua kali gagal ngantri untuk menggondol tiket nonton 2012. Baru di akhir November akhirnya saya bisa bernafas puas bisa mencicipi kehebohan 2012 di bioskop bilangan Karawaci. Ternyata sesuai prediksi, nonton 2012 bikin nafas tersengal-sengal saking tegang dan mencekamnya film itu. Salut untuk tim Emmerich yang sudah sukses memvisualkan pesta kiamat bumi dengan begitu realnya. Ceritanyapun sarat dengan goyangan-goyangan emosi yang lumayan bisa bikin terenyuh. Namun, bagi Anda yang alergi dengan film-film model begini, sebaiknya jangan menyentuh film ini demi kesehatan mental Anda.</p>
<h4>Simple Idea</h4>
<p style="text-align: justify;">Aslinya film ini bukannya menggambarkan kiamat dunia, karena di ujung film ini bumi diceritakan masih bertahan dan orang-orang masih bisa melanjutkan generasinya dan beranak pinak. Bencana global yang terjadi adalah sebatas bergolaknya inti bumi gara-gara radiasi ledakan solar matahari yang dahsyat. Ini sesuai dengan ramalan suku indian Maya yang menyebutkan pada tahun 2012 galakasi tetangga akan berada pada garis lurus sempurna dengan tata surya kita, menyebabkan matahari bersin-bersin dan mengirimkan radiasi yang membuat inti bumi memanas bagaikan microwave. Hasilnya, lempeng-lempeng benua bumi menjadi berantakan dan pusat kutub-kutub magnet bumi berpindah tempat. Gempa bumi dan tsunami dahsyat terjadi dimana-mana, membuat akhirat penuh sesak dengan milyaran jiwa-jiwa korban bencana global bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, dikisahkan, beberapa negara yang sudah mengendus kemungkinan terjadinya bencana ini lantas bekerjasama membuat beberapa bahtera raksasa super canggih untuk bisa menyelamatkan orang-orang pilihan, termasuk juga menyelamatkan benda-benda cagar budaya dan flora fauna. Mirip betul dengan ide Nabi Nuh di kitab-kitab suci. Uniknya, kursi-kursi dalam bahtera inipun dijual secara rahasia dengan bandrol satu milyar euro. Otomatis cuma konglomerat-konglomerat dan raja minyak arab saja yang mampu mendapatkan tiket kursi di bahtera ini. Unsur drama film 2012 juga dirangkai apik dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang saling terkait satu sama lain, berusaha untuk menyelamatkan keluarga mereka masing-masing dan mencari jalan untuk bisa menyusup ke dalam bahtera ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Demi memuaskan penonton, tentu saja Rolland Emmerich masih memegang teguh pakem klasik pembuatan film : <em>“Jagoan harus menang dan selamat”.</em> Dan itulah yang membuat penonton tetap sumringah keluar dari gedung bioskop setelah lebih dari 2 jam diaduk-aduk jantungnya nonton film ini.</p>
<h4>Taste the End</h4>
<p style="text-align: justify;">Boleh jadi ini adalah film yang paling realistis menyuguhkan imej-imej bencana alam dalam skala gigantic. Dengan dukungan layar cineplex besar dan tata suara surround DTS/Dolby, maka penonton bisa mencicipi simulasi hari kiamat dunia seolah berada di tengah-tengah kejadian sesungguhnya. Dan percayalah, kalau anda cukup konsentrasi menontonnya dan tidak sibuk dengan popcorn atau blackberry Anda, maka arus signal imajinasi otak Anda akan aktif. Dan untuk beberapa saat, otak Anda tidak lagi bisa membedakan realitas dan imajinasi. Jantung Anda mulai berdegup dan nafas Anda jadi tertahan ketika hormon adrenalin Anda tersembur ke sekujur tubuh. Inilah fase yang seringkali saya sebut sebagai <em>“real time imagery and emotional congruency”,</em> dimana emosi anda terstimulasi dan mulai memunculkan dinamika emosi selayaknya dunia sekeliling Anda memang benar-benar sedang kiamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang Anda pikirkan dan rasakan pada saat itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Saat hanyut menyaksikan adegan orang-orang yang saling berpelukan menyambut gelombang tsunami mematikan, atau menyaksikan ekspressi penyesalan mendalam saat orang-orang menyambut ajalnya tapi tidak sempat berpamitan dengan orang-orang tercinta – Apa yang Anda rasakan? Apa yang terlintas dalam bathin Anda?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah anda termasuk dalam daftar penonton 2012 yang begitu keluar gedung bioskop mempertanyakan kembali alur kisah hidup Anda, dan mengajukan pertanyaan kecil : <em>“Jika itu terjadi sekarang, apa saya akan meninggal dalam keadaan tergenang oleh kenangan manis bersama orang-orang yang saya cintai?”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Saya termasuk orang yang percaya kalau kalender akhir dunia ini hanya Tuhan yang tahu. Tapi saya juga termasuk orang yang percaya kalau kita punya pilihan untuk menentukan dalam kondisi apa kita akan menyambut hari itu. Mana yang Anda siapkan dari sekarang?</p>
<p style="text-align: justify;">Yah, berhubung Anda still yakin kiamat dunia itu  hanyalah wacana fiksi belaka, ya sah-sah saja kalau Anda bilang, <em>“EGP, emang gue pikirin. Life goes On, ga usah dipusingin”.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tokh, 2012 tidak berniat memaksakan filosofi apapun ke penontonnya. Jika tujuan Anda nonton cuma buat hiburan dan asal bisa kencan bareng pacar Anda, yah jadilah 2012 sebatas pengganjal mata Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kalau sehabis nonton 2012, Anda jadi punya pertanyaan-pertanyaan transedental soal awal dan akhir semesta , sekaligus jadi lebih sayang dengan keluarga, hmmm … maka oleh-oleh nonton 2012 bisa jadi PR mental Anda yang tidak berkesudahan. Selamat mencerna 2012, mumpung Anda masih punya waktu 3 tahun untuk merenung <img src='http://www.maxsandy.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/12/01/2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>G.I Joe The Rise of Technology</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/08/15/gi-joe-the-rise-of-technology/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/08/15/gi-joe-the-rise-of-technology/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 04:12:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[G.I Joe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[
Semasa saya masih bau kencur dan hobby nonton film kartun, ada dua film kartun heboh yang dulu benar-benar bikin mata saya berkaca-kaca saking girangnya. Yang pertama adalah film kartun Transformers the movie, yang kedua adalah G.I JOE the movie. Untuk ukuran anak-anak seculun saya waktu itu, kecanggihan dua film kartun itu benar-benar menghipnotis keliaran imajinasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Owner/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Owner/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/joe.jpg" alt="" width="225" height="333" />Semasa saya masih bau kencur dan hobby nonton film kartun, ada dua film kartun heboh yang dulu benar-benar bikin mata saya berkaca-kaca saking girangnya. Yang pertama adalah film kartun Transformers the movie, yang kedua adalah G.I JOE the movie. Untuk ukuran anak-anak seculun saya waktu itu, kecanggihan dua film kartun itu benar-benar menghipnotis keliaran imajinasi saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata Hollywood paham betul dengan kenangan <em>unforgetable</em> orang-orang akan film-film itu. Dua tahun ini kita sudah dimanjakan dengan gelegar film live action Transformer. Dan kali ini, giliran film G.I Joe yang kemudian jadi epidemi baru di layar-layar bioskop dunia, memancing jutaan orang yang kebelet berat pingin melihat jagoan-jagoan masa kecil mereka beraksi kembali. Dan memang saatnya pas sekali, karena dengan modal teknologi CGI, film-film mustahil seperti G.I Joe jadi gampang untuk difilmkan persis atau bahkan lebih heboh dari film kartunnya. Maka, kontan sayapun segera menyelinap ngantri tiket demi bisa mengintip film ini.<span id="more-385"></span></p>
<h3 style="text-align: justify;">Mindless Fun Movie</h3>
<p style="text-align: justify;">Menyaksikan gagahnya tim G.I Joe dibawah komando <strong>Jenderal Hawk</strong> yang bahu-membahu memberantas aksi teroris gila Cobra benar-benar bikin nafas tersengal-sengal. Sampai-sampai kita bisa melihat bagaimana kota Paris dan menara Eiffel di obrak-abrik demi mencegah aksi teroris Cobra yang berniat mendemontrasikan keganasan senjata roket berbasis <em>nano-technology.</em> Bukan cuma itu saja, demi menumpas habis jaringan teroris Cobra ini, tim G.I Joe sampai harus menyerbu markas besar Cobra yang ada di bawah laut antartika. Filmpun berakhir dengan tertangkapnya gembong otak Cobra yang kemudian ditahan dalam sel canggih fasilitas penjara khusus Amerika. Tapi, berhubung masih ada antek Cobra berkeliaran bebas yang menyamar jadi Presiden Amerika, bisa dipastikan bakalan ada sekuel film G.I Joe nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah, salah seorang teman saya sampai mengkategorikan film ini sebagai<em> &#8220;Mindless Fun Movie&#8221;.</em> Komentar itu wajar sekali berhubung film ini memang hiburannya kental tanpa perlu repot-repot memeras otak kita mencerna ceritanya. Tapi, kalau kita mau sejenak bijak merenungkan saripati film G.I Joe, mungkin anda sama-sama sepakat dengan saya, kalau film ini mengingatkan kita akan sikap kita terhadap TEKNOLOGI.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Same Technology, Different Attitude</h3>
<p style="text-align: justify;">Teknologi memang kontroversial dan sarat dengan paradoks. Di satu sisi kita bisa sangat tergantung kepadanya, tapi bisa juga teknologi dibenci dan dijauhi. Begitu teknologi mencapai titik kulminasinya, orang bahkan bisa menghujat teknologi sebagai karya manusia yang mementahkan kuasa Tuhan. Masih ingatkah Anda dengan hebohnya teknologi rekayasa kloning yang mengundang perdebatan?</p>
<p style="text-align: justify;">Jangankan kloning, lha Facebook saja sudah bisa mengundang kontroversi. Banyak yang jatuh cinta, juga banyak yang mencibir kehadiran facebook, bukan? Betapa malangnya nasib teknologi yang sering diombang-ambing opini dan ironi. Padahal, kalau kita renungkan baik-baik, teknologi adalah karya megah manusia yang menegaskan betapa derajat kita berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Teknologi seolah jadi stempel yang mensahkan kedudukan agung kita di alam semesta. Maka sesungguhnya teknologi adalah netral, polos, dan wajib sebagai konsekuensi otak kita yang selalu haus akan jawaban dan makna.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sikaplah yang membuat teknologi bisa berwarna hitam atau putih. Sama seperti tim G.I Joe dan tim Cobra yang sama-sama punya segudang gadget dan kecanggihan teknologi &#8211; terbukti di tangan Cobra semua kecanggihan itu jadi modal penghancur. Teknologi Nano yang mestinya bisa dipakai untuk memerangi sel kanker saja malah dibuat jadi senjata roket mematikan yang bisa melelehkan satu kota, atau dipakai untuk mempreteli dan mencuci otak serdadu-serdadunya. Itulah kenapa, saya jadi suka memberikan statement, <strong><em>&#8220;Canggih belum tentu bijak, dan bijak tidak perlu canggih, tapi kalau bisa canggih sekaligus bijak &#8230; why not.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman saya sebagai trainer dan pembicara juga menguatkan saya soal itu. Banyak sekali saya menjumpai perusahaan-perusahaan yang tidak didukung teknologi atau pabrik yang canggih, namun bisa menciptakan atmosfer kerja yang menyenangkan dan super produktif. Tapi saya juga pernah memergoki perusahaan-perusahaan yang sistem IT nya modern dan pabriknya penuh dengan mesin-mesin canggih dan mengkilat, tapi suasana kerjanya redup dan penuh siksaan bathin.</p>
<p style="text-align: justify;">Pesan saya, bijaklah dengan teknologi. Jangan dulu sembarangan menuduh atau mengkambinghitamkan teknologi sebagai biang perusak keutuhan rumah tangga atau biang penghancur prestasi anak-anak Anda. Begitu teknologi dipakai dengan dengan arif, malah mungkin Anda bisa tambah lengket dengan pasangan dan anak-anak Anda. Teknologi juga bisa ditunggangi untuk merapatkan kinerja dan komunikasi. Bahkan teknologi bisa memompa keimanan kita. Coba tengok saja seorang ayah yang rajin fesbuk-fesbukan dengan anaknya sehingga mereka jadi tambah kompak, atau atasan yang telaten pencet-pencet Blackberrynya untuk menjawab curhatan bawahannya. Laptop Andapun bisa diisi program lengkap literatur Al-Quran atau Alkitab yang akan bisa selalu menghembuskan hawa spiritual dimanapun Anda bertugas.</p>
<p style="text-align: justify;">Teknologi itu Indah kalau kita melukisnya dengan sikap yang indah juga. Ayolah kita jadi punya semangat yang sama dengan G.I Joe : <strong>Technology for Peace.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Menulis artikel inipun butuh teknologi, bukan?</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/08/15/gi-joe-the-rise-of-technology/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Up Your Future</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/08/09/up-your-future/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/08/09/up-your-future/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 20:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[Up your Future]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Pixar memang gila. Tidak cukup dengan sukses menelorkan film spektakuler robot culun &#8220;Walle&#8221;, kali ini bioskop Indonesia dirubung lagi oleh karya barunya : &#8220;UP&#8221;. Baru membaca judulnya saja, saya membathin betapa kreatifnya tim Pixar ini &#8211; sampai urusan judul saja dipikirkan ekstra serius supaya terdengar unik dan eye cathcing. Film ini cocok masuk Guinnes Book [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/up.jpg" alt="" width="225" height="333" />Pixar memang gila. Tidak cukup dengan sukses menelorkan film spektakuler robot culun &#8220;Walle&#8221;, kali ini bioskop Indonesia dirubung lagi oleh karya barunya : &#8220;UP&#8221;. Baru membaca judulnya saja, saya membathin betapa kreatifnya tim Pixar ini &#8211; sampai urusan judul saja dipikirkan ekstra serius supaya terdengar unik dan <em>eye cathcing</em>. Film ini cocok masuk Guinnes Book of Records sebagai film dengan judul terpendek di dunia. Dan jangan ditanya soal kehebatan ide cerita filmnya. Pixar, sang maestro film animasi CGI ini juga jagoan sekali untuk urusan menggodok film yang cerita dan tokohnya unik bin ajaib. Karena itulah Pixar tidak pernah gagal mengacak-ngacak emosi penontonnya. Kita bisa dibikin senyum-senyum sendiri, tercengang, tertawa terpingkal-pingkal, tegang, sampai air matapun bisa merembes kemana-mana. Menurut saya pribadi, kualitas film garapan Pixar belum bisa ditandingi oleh rumah-rumah produksi animasi manapun. Tidaklah salah kalau pada akhirnya perusahaan raksasa sekaliber Walt Disney saja sampai ngebet berat untuk bisa bersanding di pelaminan dengan Pixar, dan beranak pinak dengan rentetan film-film animasi box office.<span id="more-368"></span></p>
<h3 style="text-align: justify;">Life is an Adventure</h3>
<p style="text-align: justify;">Up berkisah tentang balada hidup <strong>Carl Frederickson</strong>, yang sejak kecil sangat kesengsem dengan tokoh petualang <strong>Charles Muntz</strong>. Kemudian ia lengket dengan anak gadis tomboy yang bernama <strong>Ellie</strong>, yang kelak akhirnya menjadi istrinya. Karena kehidupan rumah tangga mereka tidak dikaruniai anak, cinta antara kedua insan ini semakin mendalam. Namun malang, Ellie meninggal terlebih dulu karena sakit, membuat Frederickson hidup menyendiri di usia senjanya. Dan di satu hari, Pak Tua Frederickson nekat memenuhi janji setianya kepada mendiang sang istri yang sejak kecil mendambakan punya rumah di atas ngarai belantara Amerika Selatan yang indah. Caranya? Kakek Tua ini menerbangkan rumahnya menggunakan ratusan balon!</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, kisahnya tidak segampang itu. Ternyata saat rumah si kakek ini take off, ada seorang anak pramuka cilik, <strong>Russel</strong>, yang nyangkut di beranda rumahnya. Alhasil, Russel dan kakek Frederickson jadi berpetualang berdua di belantara Amerika Selatan dan harus berhadapan dengan tokoh antagonis Charles Muntz yang tidak lain adalah tokoh pujaan si kakek ketika kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu lekatnya si kakek Frederickson pada janji setianya, hingga dia tega mengabaikan Russel yang berada dalam bahaya. Namun, tidak sengaja sang kakek membaca pesan mendiang istrinya yang kurang lebih berbunyi begini, <strong><em>&#8220;Terima kasih untuk segala petualangan yang telah kau berikan padaku. Dan sekarang, mulailah petualanganmu yang baru!&#8221; </em></strong>Begitu terbakarnya semangat Frederickson membaca pesan almarhum istrinya tercinta itu, hingga ia memutuskan melepaskan segala perjuangannya untuk memboyong rumah tuanya itu, dan menyusul menolong Russel. Film Up pun berakhir happy ending, menunjukkan betapa bahagianya si kakek menjalin pengalaman dan persahabatannya yang baru dengan Russel.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Can u give up your HISTORY?</h3>
<p style="text-align: justify;">Film UP memang mengajukan pertanyaan berat buat kita semua : bersediakah kita meninggalkan kelekatan kita yang berlebihan dengan masa lalu kita? Beranikah kita menanggalkan ilusi dari segala nostalgia yang pernah kita lewati?</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa kali Anda melihat seorang pensiunan tentara yang masih sering mengenakan seragam dan lencana kebanggaannya serta tidak bosan-bosannya membanggakan masa lalunya? Atau pernahkan Anda berpapasan dengan orang yang begitu sakit masa lalunya sehingga ia menyerahkan hidupnya dalam kabut keputusasaan seumur hidupnya? Sama halnya juga dengan orang yang rela disakiti berlama-lama oleh pasangannya dan tidak mau berbuat apa-apa, semata-mata karena ia ingat pasangannya dulu sangat romantis kepadanya?</p>
<p style="text-align: justify;">Yah, masa lalu memang bisa indah berbinar-binar, juga bisa gelap sepekat-pekatnya. Tapi tetap saja masa lalu adalah masa lampau &#8211; sebuah album kenangan berharga yang akan kita bawa seumur hidup kita. Namun tidak berarti kita wajib untuk meneruskan apapun yang sudah tertulis dalam masa lalu kita, karena pena kehidupan ada di tangan kita dan bisa kita gunakan untuk membuka bab baru kapanpun kita mau.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya lebih suka menyimpulkan ini dalam kalimat pendek, <strong><em>&#8220;Masa lalu mempengaruhi jalan hidup kita, tapi tidak menentukan bagaimana kita menjalaninya!&#8221;</em></strong> Kalau skenario masa lalu Anda sarat dengan rasa minder akibat kebodohan atau kemiskinan, maka Anda pulalah yang punya kekuatan untuk memutusnya. Seandainya luka bathin mencabik-cabik masa lalu Anda, maka Anda jugalah yang bisa membungkusnya menjadi pelajaran berharga &#8211; bukannya tenggelam dalam kesedihan tak berujung.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>&#8220;Buatlah petualanganmu yang baru&#8221;</em></strong> adalah kalimat terbaik yang mucul dalam film UP. Dan inilah inti dari akal budi yang membedakan kita dari singa sirkus. Walaupun punya taring setajam belati, singa sirkus tak berdaya dan menyerahkan dirinya dikendalikan oleh skenario pengkondisian pelatihnya. Seumur hidupnya hanya dihabiskan dalam kerangkeng berkarat di kandang sirkusnya. Jangan sampai kita bernasib sama seperti singa sirkus itu dan cuma menyia-nyiakan hidup kita yang berharga dalam kerangkeng keterbatasan mental kita. Entah masa lalu Anda gelap gulita ataupun bersinar, selalulah mengambil kendali hidup Anda sendiri supaya masa depan Anda menjadi sebaik yang Anda impikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Daripada berkoar-koar membanggakan lencana dan takhta masa lalu kita, lebih baik kita lebur dengan keluarga dan sahabat-sahabat dengan sorot mata kerendahan hati yang baru. Daripada mengutuk terus kebodohan dan kemiskinan Anda, mulailah membaca buku dan berbaur dengan orang-orang pemberi semangat di sekitar Anda. Daripada menyesali kehidupan rumah tangga Anda yang kekeringan kasih sayang, mulailah jadi yang pertama mencurahkan cinta tulus dan menyalakan api kasih dalam keluarga. Daripada menenggak racun serangga karena putus harapan, carilah seutas tali harapan baru di luar sana. Dunia adalah buku yang penuh dengan petualangan baru yang Anda bisa pilih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Andapun semua membantu meramaikan petualangan hidup saya &#8230; terima kasih<br />
</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/08/09/up-your-future/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harry Potter</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/07/21/harry-potter/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/07/21/harry-potter/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 06:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[Harry Potter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Buat kesekian kalinya film Harry Potter merusak ketentraman orang-orang. Jutaan anak-anak seantero dunia tumplek dalam gedung bioskop dan iklas membongkar celengannya demi bisa menyaksikan lagi aksi seru Harry Potter cs. Tapi saya musti bersyukur. Berbeda nasib dengan waktu gagal berkali-kali mendapatkan tiket nonton Transformer, kali ini saya sekali tembak bisa langsung dapat jatah kursi Harry [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/potter1.jpg" alt="" width="225" height="347" />Buat kesekian kalinya film Harry Potter merusak ketentraman orang-orang. Jutaan anak-anak seantero dunia tumplek dalam gedung bioskop dan iklas membongkar celengannya demi bisa menyaksikan lagi aksi seru Harry Potter cs. Tapi saya musti bersyukur. Berbeda nasib dengan waktu gagal berkali-kali mendapatkan tiket nonton Transformer, kali ini saya sekali tembak bisa langsung dapat jatah kursi Harry Potter di bioskop mal bilangan jakarta barat. Padahal sempat pesimis juga, mengingat jubelan antriannya panjang dan bisa bikin banyak orang jadi ciut niatnya buat nonton.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun saya bukan Potter Mania alias tidak pernah sekalipun mengendus-ngendus novelnya, tapi saya lumayan menyukai ide brilian di balik setiap seri filmnya. Hanya saja, saya jadi geregetan karena nafsu saya untuk melihat Voldermot K.O lagi-lagi tidak kesampaian. J.K Rowling memang piawai mencicil rasa penasaran penggemarnya supaya kita terus ketagihan terus-terusan melariskan buku dan sekuel filmnya. Kalau Voldermot lagi-lagi masih dibiarkan berkeliaran menebarkan terornya, <em>so &#8230;. what makes this movie interesting?</em><span id="more-327"></span></p>
<h3 style="text-align: justify;">It&#8217;s not POTTER, It&#8217;s the TEACHER</h3>
<p style="text-align: justify;">Sejak awal film perdananya berjamuran dan aktor-artisnya masih imut-imut, saya sudah kepincut dengan tokoh The Wizard Master, Dumbledore. Janggut putih dan tone suaranya yang minimalis dan berwibawa begitu menebarkan aroma kharisma yang kental di mata saya. Boleh dibilang saya menganggap Dumbledore sebagai suhu angker yang ilmunya paling sakti dibandingkan tokoh-tokoh lainnya dalam film itu. Yang mengherankan, setiap Harry Potter dan kawan-kawannya beraksi, jantung saya otomatis berdegup kencang &#8211; khawatir <em>&#8220;Something wrong&#8221; </em>bakal terjadi. Tapi begitu Dumbledore muncul, hati saya berkata <em>&#8220;everything will be fine!&#8221;</em>. Seburuk apapun adegannya, selama ada Dumbledore di situ, saya merasa aman dan &#8220;terlindungi&#8221;. Saking percayanya saya kepada karakter Dumbledore, bahkan ketika sesuatu yang tragis menimpa dirinyapun saya masih sempat bergumam, <em>&#8220;Tenang, ini pasti udah direncanakan dia. Gak mungkin Dumbledore mati begitu saja. Lihat saja nanti!&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright" src="/images/potter2.jpg" alt="" width="225" height="333" />Tak bisa dibantah lagi, Dumbledore adalah simbol kepemimpinan utopia. Siapapun di muka bumi ini pasti akan mendambakan punya mentor, guru atau atasan seperti dia. Lihat saja seberapa besar kesabaran Dumbledor mendampingi Harry Potter, bahkan berani mendelegasikan hal-hal besar ke pundak Potter. Dumbledorpun tidak gengsian mengajak Harry Potter &#8220;keliling-keliling&#8221; sambil menyisipkan petuah-petuah bijaknya. Singkat kata, Dumbledore memang boleh dibilang sosok pemimpin idaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Persoalannya, apapun posisi kepemimpinan kita, bisakah kita terinspirasi untuk menjadi Dumbledore dalam dunia nyata keseharian kita?</p>
<p style="text-align: justify;">Minimal, dua hal yang bisa menjadikan kita The Real Dumbledore : <strong><em>Expertise dan Wisdom</em></strong>. Kesannya memang sederhana, tapi kenyataannya banyak orang (terlalu banyak bahkan) yang gagal menyeimbangkan keduanya. Yang berkeliaran kebanyakan adalah orang yang terlalu pintar tapi tidak bijak. Atau kebalikannya, bijak sekali, tapi tidak punya skill yang tajam. Cuma segelintir saja orang-orang yang punya reputasi bagus di keduanya. Bersyukurlah Anda jika dalam hidup Anda pernah berpapasan dengan orang-orang ini. Dalam istilah kerennya, orang-orang macam ini disebut seimbang <strong>PQ-IQ-EQ-SQ</strong> nya. Mereka inilah tipe-tipe pemimpin yang rajin merawat fisiknya, rajin memanaskan otaknya, rajin memoles hatinya, dan rajin menyalakan pelita spritualnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersyukurlah anak-anak Anda, murid Anda, atau bawahan Anda, jika Anda sedikit saja punya semangat untuk bisa menjadi sosok seperti Dumbledore (tentu saja minus jenggot dan topi wizardnya). Hanya dari seorang pemimpin visioner macam Dumbledore-lah muncul seorang Harry Potter yang cemerlang. Begitupun Anda, bisa menetaskan bawahan-bawahan yang brilian, anak-anak yang bijak atau siswa-siswa yang berprestasi sejati.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi seandainya Anda harus memilih : mana yang harus diprioritaskan sebagai pemimpin? Kepintaran atau karakter? Maka ijinkan saya mengutip apa yang pernah dikatakan seorang Jendral besar Perang Teluk AS, <strong>Norman Schawrzkopf :</strong><em> &#8220;Kepemimpinan adalah kombinasi antara karakter dengan strategi. Tapi jika Anda harus kehilangan salah satu, maka relakanlah STRATEGI&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Harry Potter, and the Half Blood Prince, bisa jadi bukan tontonan anak-anak belaka &#8211; ini adalah film soal Kepemimpinan Sejati. Jadi, tidak ada salahnya Anda ikut berjubel dengan anak-anak di gedung bioskop dan biarkan jiwa Anda terinspirasi oleh Dumbledore!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Let the magic works!</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/07/21/harry-potter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

