Video Heboh!
June 10, 2010 by Max Sandy
Filed under everyday life
Gatal rasanya kalau tidak ikutan nimbrung meramaikan bursa komentar film box office bulan ini : The Ariel Peter Porn, yang sedang heboh-hebohnya sekarang ini. Kebetulan sekali saya dengan tim di HR Excellency sedang getol-getolnya mempersiapkan pagelaran luar biasa pelatihan kecerdasan emosional untuk orangtua dan remaja di awal bulan depan ini. Jadinya klop sekali kalau momentum meledaknya berita heboh video adegan syur ini dijadikan appetiser untuk menyadarkan kita akan pentingnya “membangunkan” kesadaran EQ remaja, sekaligus para orangtuanya juga.
Kayaknya, dari mulai pojokan warung tegal sampai sudut-sudut kantor mentereng, semuanya ribut mengomentari video “maknyus” itu. Kontan saja, film ajaib yang durasinya cuma beberapa menit itu mencelat jadi komoditi panas minggu ini. Sampai-sampai ada yang nekad membongkar celengan demi mendapatkan koleksi lengkap videonya. Acara-acara infotainment sampai talkshow bergengsi pun berbondong-bondong meliput berita ini dan beradu jam tayang. Pokoknya, dijamin meriah, seru dan menegangkan. Untuk sejenak orang-orangpun rela melupakan urusan isu KPK dan FIFA demi hot news yang satu ini. Read more
Let’s DOWNDATE??
October 27, 2009 by Max Sandy
Filed under everyday life
“Pak, kok lama sekali tidak ada artikel baru di blog Bapak. Update donk”
Banyak sahabat-sahabat mulai nyentil-nyentil dan mencolek saya dengan pertanyaan begitu belakangan ini. Maklum, bulan liburan kemarin ditambah dengan minggu-minggu menegangkan belakangan ini membuat saya rada sedikit memalingkan wajah dari web saya sendiri. Tapi lama-lama saking fasihnya telinga saya mendengar pertanyaan itu, saya jadi naksir dengan kalimat “UPDATE DONK”. Read more
The Legacy of Mbah Surip
August 8, 2009 by Max Sandy
Filed under everyday life
“Tak gendong … kemana-mana”
Dari mulai warteg-warteg langganan supir bajaj sampai mal-mal di kawasan elit tidak mau ketinggalan memasang ultra hitnya Bang Surip. Dari mulai anak-anak di kompleks kumuh sampai boss-boss berdasi di kantoran juga berlomba-lomba menyiulkan lagu heboh ini. Sampai akhirnya orang-orang shock mendengar berita kalau Mbah Surip sudah tiada. Sengatan beritanya sampai mengalahkan wanginya berita Michael Jackson.
Sungguh, Mbah Surip sudah menjelma jadi legenda hanya dalam tempo sekelibat. Saat kali pertama saya tidak sengaja nonton video klip “Tak Gendong” saja, saya tidak kepikiran kalau lagu ini adalah lagu sakti mandraguna – Saking lagu ini terlalu apa adanya. Namun tokh akhirnya saya kesirep juga oleh keunikan lagu ini. Saat saya butuh hiburan swalayan atau dikala pingin membuat orang lain tersenyum, dengan menyanyikan syair pertama “Tak gendong” saja dampaknya terbukti ampuh. Dan akhirnya, resmilah saya bergabung dengan jutaan orang lainnya yang mensyukuri kehadiran Mbah Surip di khasanah kekayaan budaya bangsa kita. Read more
Seberapa biru darah Anda?
July 25, 2009 by Max Sandy
Filed under everyday life
Bertahun-tahun lalu, saya dengan tim HR Excellency diundang ke Jogja untuk menggelar satu acara training untuk publik di sana. Seru dan menarik - ternyata orang Jogja yang kelihatannya kalem dan adem-adem ternyata bisa gegap gempita juga. Tapi yang tidak kalah memorable adalah manakala saya dan tim diajak jalan-jalan buat ngintip kawasan penjual barang-barang gerabah yang terkenal di sana. Kebetulan, kami memang punya niat hunting souvenir ala jogja yang cocok untuk dijadikan cinderamata setiap kali kami melakukan workshop. Read more
Facebook oh fesbuk
July 16, 2009 by Max Sandy
Filed under everyday life
Mungkin ini satu-satunya virus yang akselerasi dan skala penularannya paling heboh di abad ini. Bahkan gelegar penyebaran virus flu burung atau flu babi masih kalah beken dengan kesaktian facebook. Sejak munculnya layanan Google yang fenomenal di belantara dunia maya, maka facebook dinobatkan sebagai tonggak sejarah baru yang mewarnai budaya global ber-internet. Bukan hanya anak-anak abg atau pekerja kantoran yang sudah kesirep budaya fesbuk, bahkan bocah-bocah bau kencur sampai kakek nenek pikun-pun tidak kalah ikut-ikutan jadi fanatik fesbuk.
Tapi, nasib fesbuk tidak terlalu mujur. Ruang-ruang pengadilan sosial-budaya sudah mencatat fesbuk sebagai daftar tersangka utama melorotnya produktifitas dan kesehatan mental masyarakat. Banyak sudah kantor-kantor dan sekolah-sekolah yang menerapkan aturan ketat soal penggunaan fesbuk. Tidak cuma sampai di situ saja – orangtua pun banyak yang jadi paranoid dengan anak-anaknya yang keranjingan fesbuk. Maka jadilah fesbuk terpolarisasi dalam dua kutub kontras : berguna atau sampah?? Read more
Oleh-Oleh Youth EQ Program
July 11, 2009 by Max Sandy
Filed under everyday life
Tanggal 2 sampai 4 di bulan Juli ini jadi momentum baru bagi Saya dan tim HR Excellency. Buat pertama kalinya dalam sejarah karir cuap-cuap kami, HR Excellency bikin pagelaran workshop Kecerdasan Emosi buat anak-anak muda. Makanya, spirit kitapun jadi “on fire” menggalang segala kekuatan demi suksesnya acara ini. Saya jadi geleng-geleng kepala saking kagumnya melihat bagaimana trainer-trainer muda super talented kami : Mr. Iwan “Josua” Wahyudi & Mr. Adrian Luis – menumpahkan segala jurus-jurus ampuh mereka merangkai modul EQ for Youth ini.
Dan, memang tidak sia-sia. Read more
Nyontek? Ayo Aja!
June 14, 2009 by Max Sandy
Filed under everyday life
Tengah bulan ini, saya berada di Palembang mendukung program workshop Kecerdasan Emosional untuk publik di sana. Di sela-sela acara sikat gigi dan tidur lelap di kamar hotel, sambil lalu saya menikmati acara MTV Movie Award sambil tiduran di atas ranjang empuk di sana. Lama-lama saya jadi keasyikan juga menonton acara itu, berhubung acaranya sendiri menarik dan segar. Maklum, ajang MTV Movie Award memang sengaja dibungkus dengan format bebas dan kreatif sehingga semua audience dan pembawa acaranya bisa lepas berimprovisasi. Konon, acara penganugerahan piala buat insan-insan perfilman hollywood ini didesain dengan gaya muda untuk menandingi pamor ajang Piala Oscar yang formatnya cenderung formal.
Yang paling mengejutkan saya adalah ketika diumumkan film apa yang akhirnya menyandang gelar “Best Movie of the Year” versi MTV. Ternyata pemenangnya adalah film “Twilight”, menyisihkan nominasi film Dark Knight, Slumdog Millionaire, IronMan, dan High School Musical. Read more
A sentence that changes our world
April 24, 2009 by Max Sandy
Filed under everyday life
Dari deretan nama resto fast food yang biasa mangkal di mal-mal, ada satu gerai pizza yang gampang terlintas di benak perut saya saat putar-putar di dalam mal. Karena lumayan sering mampir di situ, jadinya saya cukup akrab dengan “drill” protokol para pramusajinya. Anda yang biasa hilir mudik ke resto pizza yang sudah kesohor itupun tentu sudah terbiasa dengan tradisi mereka saat memberi salam, mencatat menu, mempersilakan kita menunggu, dan seterusnya. Skenario kalimat yang diucapkan waiter/waitressnya kelihatan sekali distandarisasi. Pemandangannya jadi mirip dengan Pramugari pesawat sewaktu menjelaskan kelengkapan “safety” sebelum take off. Saking skenarionya terus diulang-ulang, maka saya lama-lama jadi lumayan imun, dan menganggap kalimat-kalimat yang mereka ucapkan adalah hal “wajar dan sepantasnya”. Read more
Pesta PEMILU, pesta KEMASAN
April 10, 2009 by Max Sandy
Filed under everyday life
Masih hangat dalam ingatan kita saat sebagian dari kita ada yang harus rela antri di hari libur. Bukan ngantri bensin, elpiji atau sembako. Melainkan antri pemilu, bareng-bareng dengan orang-orang lainnya yang kebetulan sadar akan hak dan kesempatan mereka ikut menentukan navigasi politik di negara kita tercinta ini.
Saya tidak mau ketinggalan juga. Maka dengan semangat ‘45, hari kamis itu saya berjalan kaki dengan sendal karet empuk tercinta menuju tempat kerumunan TPS di kompleks rumah. Dan akhirnya, leburlah saya bersama ibu-ibu dan bapak-bapak yang lain menyerahkan surat pendaftaran ke petugas di situ. Berikutnya sambil menunggu giliran, sayapun ikut-ikutan nonton mengamati contoh lembaran-lembaran surat suara dan petunjuk pengisiannya di papan besar dekat situ. Read more
Belajar dari penjual elpiji dan nasi pecel
April 3, 2009 by Max Sandy
Filed under everyday life
Belum lama lewat, krisis elpiji mengganggu sanubari Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak rumah tangga di Indonesia. Harga yang memuai banyak ditambah stok yang terbatas, membuat tabung-tabung elpiji bak selebritis yang dicari-cari orang.
Saya termasuk di antara mereka.
Dan gara-gara langganan penjual elpiji saya sering kosong stok, maka dimulailah perburuan saya mencari penjual yang baru. Yang penting kompor di rumah tidak kehausan lagi. Dan kebetulan pada waktu itu, tidak jauh dari rumah saya, sebuah ruko baru dibuka. Ukurannya kecil saja, menjual aneka kebutuhan kelontong. Tapi yang bikin saya jatuh hati adalah tabung-tabung warna biru yang dipajang di depannya. Kontan saya datangi sang pemilik, pria biasa-biasa saja keturunan tionghoa bermuka ramah. Read more

