<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.maxsandy.com &#187; Angelic Sentence</title>
	<atom:link href="http://www.maxsandy.com/tag/angelic-sentence/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.maxsandy.com</link>
	<description>Max Sandy Official Website</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Oct 2011 03:30:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>A sentence that changes our world</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/04/24/a-sentence-that-change-our-world/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/04/24/a-sentence-that-change-our-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 18:22:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[everyday life]]></category>
		<category><![CDATA[Angelic Sentence]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Dari deretan nama resto fast food yang biasa mangkal di mal-mal, ada satu gerai pizza yang gampang terlintas di benak perut saya saat putar-putar di dalam mal. Karena lumayan sering mampir di situ, jadinya saya cukup akrab dengan &#8220;drill&#8221; protokol para pramusajinya. Anda yang biasa hilir mudik ke resto pizza yang sudah kesohor itupun tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/pizza.jpg" alt="" width="225" height="169" />Dari deretan nama resto fast food yang biasa mangkal di mal-mal, ada satu gerai pizza yang gampang terlintas di benak perut saya saat putar-putar di dalam mal. Karena lumayan sering mampir di situ, jadinya saya cukup akrab dengan &#8220;drill&#8221; protokol para pramusajinya. Anda yang biasa hilir mudik ke resto pizza yang sudah kesohor itupun tentu sudah terbiasa dengan tradisi mereka saat memberi salam, mencatat menu, mempersilakan kita menunggu, dan seterusnya. Skenario kalimat yang diucapkan waiter/waitressnya kelihatan sekali distandarisasi. Pemandangannya jadi mirip dengan Pramugari pesawat sewaktu menjelaskan kelengkapan &#8220;safety&#8221; sebelum take off. Saking skenarionya terus diulang-ulang, maka saya lama-lama jadi lumayan imun, dan menganggap kalimat-kalimat yang mereka ucapkan adalah hal &#8220;wajar dan sepantasnya&#8221;.<span id="more-115"></span></p>
<h3 style="text-align: justify;">Namun, sesuatu yang &#8220;luar biasa&#8221; terjadi.</h3>
<p style="text-align: justify;">Di satu sore beberapa minggu lalu, saya kesasar kembali ke sarang Pizza tersebut di bilangan pertokoan Mangga Dua. Maklum, saat itu perut saya berkoar-koar karena kebetahan berkeliling mencari-cari earphone merk tertentu. Alkisah, seperti bisa Anda tebak, semua protokol sambutan dan pelayanan waitressnya terulang kembali persis sama dengan yang lalu-lalu di semua outletnya yang pernah saya mampiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu selesai makan, saya berkedip ke satu waitress untuk menyelesaikan urusan gono-gininya. Yang bikin saya kaget, ketika si waitress mengangkat piring kosong, ia melempar senyum sambil bertanya,<em> &#8220;Bagaimana Pak, rasa pizzanya?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ditanya begitu, saya shock sepersekian detik. Ini sungguh-sungguh di luar prediksi saya. Berbeda dari biasanya, tapi &#8230;. menyenangkan.  Sayapun kemudian bercakap-cakap dengan si waitress seputar menu yang barusan saya lahap. Bukan cuma itu saja, sayapun jadi sekalian curhat soal jenis pizza yang ditarik dari daftar menu mereka. Tidak lama kemudian, saya akhirnya melangkah keluar dari situ dengan hati tergelitik.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya baru sadar, satu kalimat <em>&#8220;Bagaimana Pak, rasa pizzanya?&#8221;</em> telah mengubah orientasi pengalaman makan saya di situ. Bayangkan, hanya sebuah kalimat sederhana, tapi begitu ampuh memancing perasaan menyenangkan dan kesan positif. Untuk sejenak tadi, saya merasakan sensasi &#8220;didengarkan dan diperhatikan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright" src="/images/angel.jpg" alt="" width="213" height="324" />Bukankah hukum yang sama berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari dengan orang-orang di sekitar kita? Kalimat-kalimat yang kita ucapkan bisa membuat perbedaan. Apalagi kalau kalimat-kalimat itu kita ucapkan berbeda dengan biasanya dan bermakna positif. Yang saya maksudkan bukanlah rayuan panjang penuh bunga-bunga ataupun pidato diplomatis pemikat hati, melainkan hanya sepotong kalimat yang sederhana. Barisan kata yang terucap dari ketulusan kita. Saya ingin menyebutnya sebagai<strong><em> &#8220;The angelic sentence&#8221;</em></strong> &#8211; &#8220;kalimat malaikat&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan saat Anda menyetir mobil masuk pelataran kantor, dan berpapasan dengan satpam yang biasa jaga di situ. Si satpam boleh jadi terbiasa dengan ucapan <em>&#8220;Met Pagi&#8221;</em> dari Anda. Tapi saya jamin, pengalamannya akan berubah drastis di kala Anda mengeluarkan kalimat yang berbeda, <em>&#8220;Wah muka Bapak kelihatan seger banget hari ini!&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Di rumah, Anda juga bisa membuat pasangan Anda tercengang-cengang mendengar kalimat baru,<em> &#8220;Ma, makasih ya tadi udah dipijet</em>&#8221; (terutama jika Anda tidak terbiasa bilang terima kasih). Mungkin juga kalimatnya berupa pertanyaan tulus kepada bawahan Anda,<em> &#8220;Menurut kamu, bagaimana penampilan saya waktu tadi bertemu dengan supplier baru?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kalimatnya bisa 1001 macam. Isi dan konteksnyapun boleh jadi beragam. Tapi satu hal yang sama dan tidak boleh hilang : <strong>KETULUSAN</strong>-nya. Inilah sari bumbu yang akan membuat &#8220;Angelic sentence&#8221; Anda lebih bermakna dalam dan berbekas panjang. Inilah yang nantinya akan melengkapi imej positif Anda di mata orang-orang penting di sekeliling Anda. Dan siapa tahu, sepenggal kalimat Anda bisa membuat hidup orang lain berubah. Saya pernah tersenyum geli ketika seorang kawan bercerita,<em>&#8220;Biasanya nyetir di jalan tol biasa-biasa aja. Ehh, tahu-tahu ada penjaga tol yang memberikan tiket tol sambil bilang &#8216;met kerja Pak ya, selamat jalan&#8217;. Dan bim sa la bim, perjalanan sepanjang jalan tol itu menjadi terasa indah&#8221;. </em>Pernah juga saya dengar orang curhat, <em>&#8220;Tahu gak, biasanya tuh cewek lewat aja di depanku. Tahu-tahu kemarin dia menyapaku di dalam lift &#8216;Apa kabar?&#8217;. Wah, seharian aku jadi hepi&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh luar biasa apa yang bisa dilakukan sepenggal kalimat tulus bagi kehidupan kita, bukan? Anda pasti pernah merasakan dampak dahsyatnya, entah itu dari kalimat spontan yang dilontarkan anak Anda, rekan kerja, atasan, bahkan orang yang Anda tidak kenal sama sekali. Dan tidak ada salahnya, sekarang kita mulai menambah hitungan kalimat seperti ini keluar dari mulut kecil kita untuk mengisi penuh dahaga orang-orang akan ketulusan yang sederhana.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tipsnya :</p>
<ol>
<li>Jangan ucapkan kalimat yang sama pada orang yang sama setiap hari, cobalah gunakan kalimat yang berbeda-beda supaya tidak dianggap &#8220;basa-basi rutin&#8221;.</li>
<li>Kalimat pernyataan ataupun kalimat bertanya sama baiknya jika diucapkan dengan tepat. Gunakan keduanya sesuai kondisi.</li>
<li>Lontarkan kalimat &#8220;angelic&#8221; Anda sambil melemparkan kontak mata yang bagus. Begitu juga gestur tubuh yang positif, akan menambah daya magic kalimat Anda.</li>
<li>Dan jangan lupakan kunci utamanya : TULUS di hati, TULUS di lidah.</li>
</ol>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Bagaimana menurut Anda? Berani mencoba?</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/04/24/a-sentence-that-change-our-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

