Give critics with love

Apapun profesi kita, dimanapun kita berada, dan berapapun usia kita, tentu kita tidak bisa hidup dalam atmosfer yang “kedap kritik”. Baik langsung atau tidak langsung, pasti kita pernah disenggol kritik. Mulai dari belaian kritik kecil, misalkan komentar orang soal warna kaos kaki yang kurang cocok – sampai kritik yang rada menggigit, bahkan mencakar kedamaian kita, contohnya saat orang mengatakan betapa tidak becusnya kita merampungkan pekerjaan. Malah kitapun sesekali (atau bisa jadi sering) adalah orang yang justru menerbangkan kritik kepada orang lain. Singkat kalimat, kritik adalah menu hidup yang pasti ada berseliweran dalam keseharian kita.
Konon. Kata “kritik” berasal dari bahasa Yunani “Krites” atau “Kritikos” yang artinya adalah orang yang mampu melihat dan menyampaikan penilaian. Lebih jauh lagi “kritik” lekat maknanya dengan pernyataan “tidak setuju” terhadap sesuatu. Itulah asal muasal kenapa kritik menjadi sesuatu yang sebisa mungkin kita “hindari”, karena kritik identik dengan pernyataan “belum berdamai”. Read more

