<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.maxsandy.com &#187; Innovating Shrek</title>
	<atom:link href="http://www.maxsandy.com/tag/innovating-shrek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.maxsandy.com</link>
	<description>Max Sandy Official Website</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Oct 2011 03:30:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Innovate like Shrek!</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/innovate-like-shrek/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/innovate-like-shrek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 07:51:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[Innovating Shrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Penonton Indonesia dibikin tergelak-gelak lagi oleh lakon buto ijo yang satu ini, SHREK dan kawan-kawannya, di besutan film seri ke empatnya, Shrek the Final Chapter. Muncul tepat di ambang musim ujian sekolah, tampaknya Shrek bisa dijadikan cemilan ringan yang bisa membuat anak-anak kita rada terhibur sebelum mereka masuk arena pembantaian ujian di bulan Mei ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/shrek1.jpg" alt="" width="300" height="225" />Penonton Indonesia dibikin tergelak-gelak lagi oleh lakon buto ijo yang satu ini, SHREK dan kawan-kawannya, di besutan film seri ke empatnya, Shrek the Final Chapter. Muncul tepat di ambang musim ujian sekolah, tampaknya Shrek bisa dijadikan cemilan ringan yang bisa membuat anak-anak kita rada terhibur sebelum mereka masuk arena pembantaian ujian di bulan Mei ini. Para pembesar di rumah produksi Dreamworks rupanya tidak mau kalah, dan mempersenjatai film Shrek ke empat ini dengan tampilan 3D yang memang sudah digandrungi jutaan penonton bioskop. Belakangan ini memang muncul imej, kalau sebuah film sampai dibalut dengan teknologi 3D – pastilah itu film jawara andalan. Ya memang jelas sekali film Shrek pantas dibuat dengan kemewahan tampilan 3D, karena jasa Shrek sudah begitu besarnya buat para boss di pabrikan film Dreamworks. Sejarah pernah mencatat, ketika film Shrek jilid pertama merengsek masuk pasaran bursa film animasi CGI dunia, orang-orang begitu kesengsemnya dengan Shrek sampai-sampai suhu film animasi dunia macam Pixar dan Disneypun harus legowo mengakui posisi Shrek di papan rating box office. Koq bisa? Apa resepnya?<span id="more-504"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sederhana saja : pemutarbalikkan pakem!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak awal ide cerita Shrek digagas oleh penulis William Steig, memang tujuan mulianya cuma satu yaitu menawarkan kepada para audience sebuah kisah dongeng yang lebih posmo, unik, dan unforgetable. Dengan lihainya  ide cerita film Shrek ini menantang budaya dongeng ala Walt Disney dan H.C Anderson yang biasanya dicicipi orang-orang. Kalau di cerita-cerita dongeng klasik, selalu Pangeran Tampan, Putri cantik dan Ibu Perilah yang punya takhta pesona tertinggi sebagai lakon jagoannya &#8211; sementara naga penyembur api atau monster penunggu hutan kerap dapat bagian peran jahat. Nah, di alur cerita Shrek, kita diajak untuk melihat kemungkinan lain, “Bagaimana seandainya Monster Hutan itu dijadikan lakon utama, sementara Pangeran Tampanlah yang jadi biang keladi kekacauan karena tingkahnya yang sok ganteng dan gila kekuasaan?”</p>
<p style="text-align: justify;">Dan bim sa la bim, Film Shrek mengguncang bioskop sejagat. Dan orang-orang tiba-tiba jadi jatuh cinta dengan sosok “tidak ganteng, tidak rapi, tidak harum, tidak intelek” dari si SHREK, sang monster ogre berkulit hijau.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Jaman sudah berubah, bung!</h3>
<p style="text-align: justify;">Masih rada hangat dalam ingatan kita, ketika dunia menyorot serunya pemilihan presiden Amerika, dan Obama mencuat jadi orang nomor satu di negeri adi daya itu. Untuk pertama kalinya Amerika menoreh sejarah seorang kulit hitam bisa naik takhta jadi Presiden, dan jelas-jelas itu adalah fenomena nyeleneh di luar “pakem” tradisi panjang budaya Amerika dimana bule kulit putihlah yang biasanya lebih dilirik mayoritas untuk didaulat jadi Presiden. Lha wong biasanya, orang-orang negro di sana selalu diasosiasikan dengan kasta tersingkir dan dianggap cuma jago nyanyi dan nge-rap doank. Naga-naganya, dunia ini sudah terjangkit virus perubahan radikal, dimana orang-orang sudah saking “bosan”nya dengan pakem-pakem standard yang ada, dan mulai mencari-cari variasi yang menyegarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia juga tidak terkecuali. Begitu jenuhnya kita melihat acara sinetron, berita, talkshow atau infotainment yang bertaburan cowok-cowok macho dan cewek-cewek mulus. Dan ketika seorang “nobody” bernama Tukul masuk panggung pentas televisi lewat acara Empat Matanya, kontan acara itu jadi primadona dan menembus rating yang tinggi. Bayangkan saja kalau Obama atau Tukul memutuskan untuk maju ke depan mata publik 10 atau 20 tahun yang lalu, apa mungkin penerimaan orang akan sama ya? Who knows?</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke soal film, kita juga pernah terperangah 15 tahun yang lalu, saat film Jurrasic  Park dirilis. Orang-orang takjub dengan keajaiban teknologi CGI yang bisa mewujudkan apapun efek yang diinginkan skenario film. Efek kaku penampilan dinosaurus yang biasanya dikerjakan dengan animatronik, kostum karet, atau stop motion sekarang digantikan dengan animasi digital yang begitu realistisnya sampai-sampai penonton geleng-geleng kepala saking terpukaunya melihat dinosaurus yang begitu hidup di film Jurrasic Park hasil godokan sineas kesohor Steven Spielberg.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, di tahun-tahun belakangan ini, orang tidak lagi terpana melihat kecanggihan olahan teknologi CGI, alias sudah mulai terbiasa. Coba perhatikan saja, dalam setahun bisa puluhan film diramu dengan efek digital canggih, sehingga tidak lagi menjadi sesuatu yang luar biasa. Justru begitu ada sineas yang nekad menantang pakem budaya efek digital, filmnya jadi mudah dilirik orang dan menarik atensi publik. Contoh gampangnya adalah film Supranatural, yang modalnya cuma handycam,  memakai setting kamar tidur sepanjang film, dan pemainnyapun antah berantah bukan aktor populer – eh, malah bisa menembus angka box office lumayan tinggi.</p>
<h3 style="text-align: justify;">It’s time to make things different</h3>
<p style="text-align: justify;">Jamannya sudah pas untuk mencoba resep-resep dan kiat-kiat baru dalam segala segi kehidupan kita. Yang jadi soal cuma masalah keberanian dan kemauan kita saja. Audiencenya sudah siap dan menanti-nanti Anda untuk berani tampil beda, kalau perlu sedikit keluar jalur pakem biasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di rumah ataupun di kantor, sah-sah saja bila Anda mau mencoba-coba gaya dan akifitas baru yang bisa menyenggol kebiasaan  lama yang sudah jadi tradisi di situ. Anak, pasangan, bawahan, rekan kerja, konsumen ataupun murid/mahasiswa Anda butuh juga kejutan-kejutan di luar budaya dan rutinitas yang Ada. Mereka bisa jadi selama ini sudah jenuh dengan gaya serta tampilan Anda yang itu-itu aja, dan menunggu-nunggu kapan waktunya Anda bisa membuat suasana jadi lebih segar. Kalau pemimpin yang ja’im, guru galak, atau orangtua kaku sih sudah  banyak bergentayangan dimana-mana. Sekaranglah saatnya Anda &#8230;. berubah! Dan sekali Anda merombak imej Anda dan melangkah sedikit saja keluar dari zona nyaman Anda, serta berani mengambil resiko ….. mungkin hasilnya bisa mengejutkan Anda sendiri. Mumpung ini adalah jaman dimana orang ganteng dan cantik belum tentu jadi pilihan, jaman dimana IQ dan titel sarjana belum tentu jadi jaminan, jaman dimana produk mahal belum tentu menjamin mutu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Ini jamannya inovasi. Berani bergabung?</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2010/05/25/innovate-like-shrek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

