<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.maxsandy.com &#187; Knowing</title>
	<atom:link href="http://www.maxsandy.com/tag/knowing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.maxsandy.com</link>
	<description>Max Sandy Official Website</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Oct 2011 03:30:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>KNOWING the END</title>
		<link>http://www.maxsandy.com/2009/04/25/knowing-the-end/</link>
		<comments>http://www.maxsandy.com/2009/04/25/knowing-the-end/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 21:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Max Sandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie splash]]></category>
		<category><![CDATA[Knowing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.maxsandy.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Masa depan tidak pernah habis-habisnya dijadikan adonan ide film-film Hollywood. Mungkin karena masa depan sama misterius dan menariknya bak wanita cantik yang wajahnya ditutup kerudung tipis, sehingga bikin orang selalu penasaran. Maka muncullah ribuan film yang mengusung ide masa depan, dari berbagai sudut pandang dengan beragam plot. Dari mulai film berbudget murah sampai yang anggarannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="/images/knowing.jpg" alt="" width="178" height="222" />Masa depan tidak pernah habis-habisnya dijadikan adonan ide film-film Hollywood. Mungkin karena masa depan sama misterius dan menariknya bak wanita cantik yang wajahnya ditutup kerudung tipis, sehingga bikin orang selalu penasaran. Maka muncullah ribuan film yang mengusung ide masa depan, dari berbagai sudut pandang dengan beragam plot. Dari mulai film berbudget murah sampai yang anggarannya menembus angka 9 digit dalam kurs dollar. Termasuk juga film yang pada bulan April ini merebak di bioskop-bioskop Indonesia, <strong>KNOWING</strong>.<span id="more-148"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bersetting di Amerika, film ini berkisah tentang seorang Profesor MIT, John Koestler (diperankan Nicolas Cage) yang menemukan fakta adanya selembar kertas bertuliskan angka-angka yang meramalkan tragedi-tragedi yang terjadi di dunia. Angka-angka ini sendiri dibuat oleh seorang anak perempuan usia TK, yang kisahnya mendapatkan wahyu ramalan ini dari bisikan malaikat. Lantas, rangkaian cerita film ini berakhir tragis sekaligus berkesan agung, menampakkan bagaimana akhirnya dunia kiamat, sementara &#8220;orang-orang pilihan&#8221; diselamatkan para malaikat demi merintisi kembali kehidupan di dunia yang baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Alur film ini mengingatkan saya akan genre film sejenis yang pernah saya tonton yakni  Armageddon dan Deep Impact, sama-sama besutan Hollywood. Dan ketegangan yang dibangun juga serupa sekali, berkisar kepanikan orang-orang menghadapi kiamat yang sudah jelas dead linenya. Selain jantung penonton dibikin tambah berdegup, kantung air matapun ikut diperas, menyaksikan adegan dimana orang-orang memutuskan untuk mencari orang-orang yang mereka cintai demi sekedar memeluk mereka menyongsong kematian.</p>
<h3 style="text-align: justify;">&#8220;Ah, klise&#8221;, mungkin itu komentar pertama Anda saat mengikuti cerita-cerita model begini.</h3>
<p style="text-align: justify;">Bagi saya, kisah semacam itu sama sekali bukan klise, melainkan &#8220;ajakan&#8221; yang tidak bosan-bosannya digaungkan penggagas cerita film. Ajakan agar kita sejenak diam, dan membayangkan apa yang bakal kita lakukan seandainya tahu kapan kalender hidup kita berakhir. Tentu saja, ajakan ini tidak mempan bagi anda yang merasa masih sehat wal&#8217;afiat dan hidupnya lancar-lancar jali, bukan? <em>&#8220;Ah, ngapain dipikirin. Umurku masih seribu tahun lagi&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, mari kita mainkan dua skenario. Pertama, Anda mendapatkan kabar kalau usia anda tinggal 6 bulan lagi, misal saja karena terjangkit virus mematikan atau sel kanker yang telat didiagnosis. Skenario kedua, ada berita duka yang mengabarkan orang yang anda cintai hidupnya tinggal 6 bulan lagi. Kira-kira, apa sikap anda? Memutuskan menjalankan rutinitas seperti biasa, atau &#8230;. memutuskan melakukan sesuatu yang berbeda?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum anda menjawab, saya akan mengutip penggalan buku harian milik seseorang yang divonis tumornya sudah kelewat ganas :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Detik saat aku mendengar vonis dokter, semua gagasan dan pandangan tentang hidupku meleleh seketika. Kepalaku tiba-tiba penuh sesak dengan wajah-wajah orang aku cintai, menggeser semua daftar klien dan investasi yang selama ini memenuhi pikiranku. Keinginanku hanya satu waktu itu, pergi memeluk keluargaku, mengatakan betapa aku mencintai mereka selama ini&#8230;.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">20 tahun silam, sebuah pesawat komersial Jepang JAL Boeing 747 mengalami musibah tragis di pegunungan Osutakayama menewaskan 520 orang dalamnya. Pada waktu tim SAR datang dan menyapu lokasi jatuhnya pesawat naas itu, mereka banyak menemukan potongan-potongan kertas yang sudah hangus separo di sekitar puing-puing pesawat. Tampak jelas kertas-kertas itu ditulis penumpangnya menjelang pesawat jatuh. Bukannya surat wasiat yang mereka tulis, melainkan kata-kata cinta yang mendalam buat orang-orang tersayang yang akan ditinggalkan. Bahkan, karena sadar waktunya begitu sedikit, banyak dari surat itu hanya berisi kalimat pendek.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Aku mencintaimu. Sungguh, aku mencintaimu &#8230;&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Maafkan aku. Seandainya Tuhan memberiku kesempatan &#8230;&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menurut anda? Masihkah yakin umur anda masih tergerai panjang? Dan pastikah usia orang-orang yang anda kasihi juga akan sepanjang yang anda kira? Apa anda menunggu dulu sampai ada kabar duka atau kejadian tragis menimpa, baru anda memutuskan untuk berubah?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak akan memaksakan jawabannya buat anda. Biarkan relung nurani anda yang membisikkan jawabannya bagi anda sendiri. Inilah inti pesan film KNOWING. Pesan yang seringkali dituahkan orang-orang bijak kepada kita semua, <em>&#8220;Cintailah mereka seakan-akan dunia akan kiamat besok&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan lagi kita terkesima dengan ilusi membaca atau meramalkan masa depan, seandainya kita cuma bisa duduk-duduk pasrah dan berharap masa depan menjadi indah dengan sendirinya. Bangkitlah dan perbuatlah sesuatu, karena cara yang paling baik untuk meramal masa depan adalah dengan menciptakannya mulai dari sekarang. Alih-alih anda mengkhawatirkan bagaimana kelak anak-anak anda akan mencintai anda, jauh lebih bagus bila anda sekarang juga memutuskan mengulurkan kedua tangan kekar anda untuk memeluk mereka lebih sering. Daripada mencemaskan bagaimana nantinya anak buah anda akan mengenang anda, ambilah sikap baru dan mulailah tersenyum lebih banyak buat mereka dari sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Knowing is not necessary Doing, bukan?</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.maxsandy.com/2009/04/25/knowing-the-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

